Calon Kepala Desa setempat membagikan nasi bungkus, ratusan warga di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut) dilarikan ke rumah sakit setelah alami keracunan makanan.
- Ruth Meliana
- Jumat, 20 Desember 2019 - 13:02 WIB
WowKeren - Acara makan bersama yang diadakan oleh calon kepada desa di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut) berakhir dengan bencana. Pasalnya, ratusan orang yang menyantap nasi bungkus dari calon kepala desa setempat tersebut mengalami keracunan makanan.
Setidaknya sebanyak 241 warga Asahan mengalami keracunan. Para korban keracunan langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keracunanan makanan terjadi pada warga Dusun 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan. Warga tersebut menerima sumbangan nasi bungkus atau nasi ummat sebanyak 2.000 bungkus.
Keracunan makanan massal ini terjadi pada Rabu (18/12) lalu. Nasi bungkus tersebut merupakan pemberian dari lima orang calon kepala desa setempat.
Gejala keracunan mulai dirasakan oleh warga pada malam harinya. Gejala yang semakin parah ini lantas membuat warga berbondong-bondong pergi ke rumah sakit setempat untuk memeriksakan keadaan mereka.
Mengetahui hal ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pemerintah Kabupaten Asahan langsung mendatangi lokasi. Mereka turut membantu mengevakuasi para warga ke rumah sakit dan menyelidiki kasus keracunan ini.
"Mendapat laporan itu, tim BPBD bersama pihak Pemkab Asahan langsung ke lokasi," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan Khaidir Sinaga, Jumat (19/12). "Tim kita juga membantu mengevakuasi warga ke rumah sakit untuk mendapat tindakan medis."
Khadir menjelaskan jika korban yang terkena keracunan hingga saat ini mencapai 241 orang. Rinciannya adalah rawat inap di Puskesmas Tinggi Raja sebanyak 30 orang, rawat jalan di Puskesmas Tinggi Raja 132 orang, dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran 29 orang, dirujuk ke RSU Kartini Kisaran 4 orang, dan rawat jalan ke bidan desa sebanyak 46 orang.
"Tim hingga kini masih melakukan pendataan apakah masih ada warga yang keracunan namun belum dibawa ke rumah sakit. Kendala yang kita hadapi warga masih awam mengenai gejala keracunan dan ada kekhawatiran warga untuk berobat," ujar Khaidir. "Warga masih ada yang dirawat di rumah sakit. Namun ada juga sebagian yang pulang ke rumah masing-masing."
Kini kasus keracunan massal ini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan juga telah mengambil sampel makanan dari nasi bungkus tersebut demi mengetahui penyebabnya.
(wk/lian)