Penumpang Anjlok 40 Persen Diduga Beralih ke Ojol, LRT Jakarta Siapkan Strategi Ini
Nasional

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Arnold Kindangen, mengatakan bahwa tarif pengoperasian layanan ojek online yang lebih murah dan praktis ikut berpengaruh pada jumlah penumpang LRT.

WowKeren - Penumpang harian LRT Jakarta mengalami penurunan signifikan sejak masa operasi komersil diberlakukan per 1 Desember 2019. Dibandingkan dengan masa uji publik, jumlah penumpangnya anjlok sebesar 40 persen.

Adapun penurunan tersebut diperkirakan disebabkan karena banyak masyarakat yang beralih ke ojek online. Setelah LRT memberlakukan tarif sebesar Rp 5.000, terjadi persaingan harga yang cukup ketat. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Arnold Kindangen.

"Impact dari tarif operasional di-compare dengan ojol yang lebih murah dan nggak perlu jalan jauh," kata Arnold di Sentul, Bogor, Jumat (20/12). "Itu juga kadang-kadang berpengaruh."


Sementara itu, total panjang rute LRT masih 5,8 kilometer untuk kali ini. Keterbatasan semacam inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi LRT untuk bisa menjadi transportasi pilihan masyarakat. "5,8 Km agak tanggung karena jarak berpengaruh, tujuan berpengaruh. Kita memanfaatkan situasi yang ada, space yang kita berdayakan," lanjut Arnold.

Meski demikian, LRT telah menyiapkan strategi khusus untuk menangani hal-hal semacam itu. Salah satunya dengan melakukan kampanye ke masyarakat mengenai pentingnya memilih transportasi umum.

Hal-hal yang disampaikan nantinya diharapkan bisa menarik masyarakat untuk beralih menggunakan LRT. Misalnya menyebutkan bahwa memilih transportasi umum bisa membuat badan lebih sehat. "Kita mau campaign, kalau kita bertransportasi umum menyehatkan badan, kita bisa bakar sekian kalori, dan hal-hal yang sifatnya menarik," tandasnya.

Ia berharap untuk bisa bekerja sama dengan wali kota Jakarta Timur dan Jakarta Utara untuk menggencarkan layanan pada kebutuhan terbatas. "Kita akan buat aktivitas-aktivitas apa yang jadi kebutuhan riders kita. Saya harap dari LRT bisa kolaborasi dengan walikota Jakarta Timur dan Jakarta Utara, juga swasta," lanjut Arnold.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait