Heboh Rumah 2 Lantai di Klaten Berstiker Keluarga Miskin, Ini Faktanya
Nasional

Rumah itu terlihat paling mewah bila dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Bercat hijau dan dihiasi keramik di beberapa areanya, rumah itu ternyata ditempeli stiker keluarga miskin.

WowKeren - Indonesia memiliki sejumlah program untuk menunjang hidup warganya yang berada di bawah garis kemiskinan. Para warga berkekurangan itu didata oleh pemerintah kemudian mendapatkan stiker yang biasanya ditempel di rumah mereka sebagai tanda. Nantinya mereka berhak menerima bantuan dari pemerintah, seperti bantuan berupa bahan pangan.

Namun sebuah fakta miris tersaji di program tersebut. Pasalnya sebuah rumah mewah dengan dua lantai di Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan ditempeli stiker keluarga miskin.

Tak pelak hal ini menjadi kehebohan tersendiri. Sebab, dilansir dari Detik News yang menyambangi langsung lokasi, terlihat rumah tersebut begitu mewah bila dibandingkan dengan bangunan lain di sekitarnya. Keramik pun terlihat terpasang di beberapa area rumah.

Adalah pasangan Marino (36) dan Erna Musriyatun (36) yang memiliki rumah tersebut. Erna pun menegaskan dirinya memang berhak menerima bantuan dari negara karena berstatuskan sebagai buruh serabutan.

Rumah mewah itu, imbuh Erna, bisa ia dan suaminya bangun karena menabung sedikit demi sedikit. "Yang bangun bapak (Marino) dari hasil klumpuk-klumpuk (menabung). Kami orang kecil," tegas Erna, Jumat (20/12).


Berdasarkan pengakuannya, mereka mulai menabung sejak 2017 lalu. Dengan penghasilan sebagai buruh yang tak menentu, perlu waktu yang lama hingga rumah itu berhasil dibangun. "Ya namanya buruh, pendapatan tidak mesti," tuturnya.

Erna pun menolak melepaskan haknya menerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) dari negara. Pasalnya sebagai buruh, ia merasa memerlukan bantuan tersebut. Lagipula saat ini rumah itu belum ia dan suami tempati.

"Belum mundur, sebab belum lama saya menerima dan yang sudah banyak sejak lama," katanya. Erna pun mengaku tak mempermasalahkan rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin.

Pengakuan Erna ini pun dibenarkan oleh tetangganya, Suradi. Menurut Suradi, memang Erna dan suaminya bekerja sebagai buruh serabutan, serta beberapa kali menjadi pedagang sayur.

Menanggapi temuan viral tersebut, pihak pemerintah pun bergegas mengambil langkah tegas. Temuan itu akan dijadikan berita acara untuk verifikasi lebih lanjut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait