Respon DKI Usai Diminta PA 212 Kurangi 'Hura-Hura' Tahun Baru
Nasional

PA 212 menyarankan agar Pemprov DKI tak menggelar 'pesta besar' untuk malam pergantian tahun. Merespon permintaan tersebut, Pemprov DKI mengatakan akan menggelar acara yang bermanfaat.

WowKeren - Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakara untuk mengurangi hura-hura pada malam tahun baru. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan agar acara "hura-hura" baiknya diganti dengan berdoa untuk kepentingan bangsa dan negara. "Jadi kurangi hura-hura, kurangi foya-foya, banyakin doa untuk kepentingan bangsa dan negara, itu pesan kita," kata Slamet di Jalan Mesjid 1, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Merspon permintaan tersebut, Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat. Hendra mengatakan jika agenda Pemprov pada pergantian tahun nanti diisi dengan pernikahan massal hingga tausiah ulama.

"Sejatinya Pemprov DKI tidak hanya mengadakan kegiatan tahun baru yang mungkin seperti dibayangkan," ujarnya, Sabtu (21/12). "Dalam tiga tahun terakhir ini bahkan Pemprov DKI sudah melaksanakan berturut-turut itu nikah massal. Tahun ini bahkan lebih banyak lagi peminatnya."


Lebih lanjut, Hendra mengatakan jika pada tahun 2018 lalu terdapat 500 pasang peserta nikah massal. Sedangkan pada tahun ini, 631 pasangan yang akan melaksanakan nikah massal pada tahun baru.

Nikah massal ini rencananya akan digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Selain itu, acara ini akan ada ceramah dan tausiah yang bakal diisi oleh ustaz kondang.

"Tahun kemarin kan AA Gym penceramahnya. Tahun ini kami menunggu konfirmasi salah satu ustaz terkenal," paparnya. "Apa pun itu, yang pasti malam tahun baru di DKI Jakarta, lebih khusus lagi di halaman Balai Kota Pemprov, akan diselenggarakan dengan kegiatan keagamaan, yaitu nikah massal, isbat nikah, dan ceramah tausiah dari ulama."

Ia menjamin jika perayaan tahun baru kali ini terutama pesta kembang api, tidak akan berlebihan. Panggung-panggung hiburan juga akan diisi kegiatan keagamaan.

"Kalau isbat nikah itu mereka sudah nikah sebelumnya tapi secara agama. Legalitas secara hukum negara itu melalui sidang isbat," paparnya. "Jadi kami memfasilitasi mereka untuk nikah secara formal. Dengan isbat, mereka mendapat surat nikah, legalitas demi hak mereka mendapatkan kenyamanan hidup di Jakarta, pelayanan yang sama."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait