Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa sekolah-sekolah yang kondisi fisiknya perlu diperbaiki pada 2020 mendatang.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 24 Desember 2019 - 10:33 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan ini kerap terjadi insiden ambruknya bangunan sekolah di sejumlah daerah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan penyisiran.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa sekolah-sekolah yang kondisi fisiknya perlu diperbaiki pada 2020 mendatang. Setelah dilakukan pendataan maka sekolah yang rentan roboh akan diprioritaskan untuk direhabilitasi.
"Salah satu hal yang bikin saya takut sekarang ini, belum mengetahui sekolah yang rentan roboh," Kata Nadiem di Kemendikbud, Senin (23/12). Salah satu insiden bangunan sekolah roboh yang cukup menyita perhatian adalah di SD Gentong di Pasuruan, Jawa Timur pada November lalu.
Atap sekolah ambruk saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal, yakni murid dan guru. Nadiem diketahui turut mendatangi SD Gentong dan melihat langsung kondisi fisik sekolah.
Nadiem tak ingin insiden serupa terulang di kemudian hari sehingga pemerintah akan berupaya menemukan solusi. Sebab menurutnya, keamanan peserta didik baik guru dan murid harus dinomorsatukan agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar.
"Baik dari pusat, pemerintah daerah semua harus bekerja sama gotong royong untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi," kata Nadiem di lokasi. "Karena keamanan murid guru dan orang tua itu harus nomor satu agar kita bisa belajar dengan aman dan dengan senang."
Setelah SDN Gentong di Pasuruan, bangunan aula milik SMKN 1 Miri, di Kabupaten Sragen, Jawa Timur, dikabarkan roboh karena angin kencang dan hujan deras tak lama setelah insiden tersebut. Insiden atap sekolah ambruk membuat Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyoroti kualitas bangunan. Ia menyayangkan masih adanya sejumlah proses tender proyek di kementerian maupun lembaga yang dilakukan menjelang akhir tahun.
"Akhirnya apa? Ya, kualitasnya pasti jelek," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (6/11). "Jembatan ambruk, November masih tender gimana? SD (Sekolah Dasar) ada yang ambruk, gedung (ambruk), karena kerjanya cepet-cepetan dan masuk bulan musim hujan."
(wk/zodi)