Lebih dari 20 penumpang Bus Sriwijaya meninggal usai kendaraan tersebut menabrak pagar pembatas hingga terjun ke jurang sedalam 150 meter di Pagaralam, Sumatera Selatan pada Senin (23/12) malam.
- Elvariza Opita
- Rabu, 25 Desember 2019 - 13:22 WIB
WowKeren - Kecelakaan maut terjadi di Pagalaram, Sumatera Selatan. Bus Sriwijaya yang melaju dari Bengkulu menuju Palembang itu diketahui terjun ke jurang sedalam 150 meter dan menyebabkan 25 penumpangnya meninggal dunia.
Insiden mengerikan ini terjadi pada Senin (23/12) kemarin. Beberapa korban luka, baik ringan maupun berat, langsung dievakuasi dan dirawat. Hingga kekinian korban-korban tersebut sudah bisa memberikan keterangan, baik kepada aparat maupun media.
Salah satunya Hasanah (52) yang berkenan mengungkapkan detik-detik Bus Sriwijaya terjun ke dalam jurang. Menurut pengakuannya, ia berada di bus itu bersama cucu dan dua rekannya.
Sebelum mengalami kecelakaan, bus sempat ditabrak oleh kendaraan lain. Sopir bus tersebut, Fery, pun bersitegang dengan penabrak kendaraannya. Meski belakangan keduanya berdamai dan perjalanan bisa dilanjutkan.
Sebelum kejadian nahas terjadi, bus yang mereka tumpangi ternyata sempat hampir terbalik karena masuk ke dalam selokan. "Di ujung Pendopo (Kabupaten Empat Lawang), bus kami masuk siring (selokan) dan hampir terbalik. Kami turun semua," kata Hasanah, dilansir dari Tribun Wow, Rabu (25/12).
Selepas itulah bus kemudian dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Dan secara tiba-tiba, bahkan Hasanah mengaku tidak mengingat rentetan kejadian karena berlangsung begitu cepat, bus menabrak pagar pembatas jalan hingga langsung terjun ke dalam jurang.
"Ia ngebut dan tiba-tiba nabrak kencang. Tahu-tahu kami sudah ada di dalam air," ujar Hasanah yang masih dirawat di RSUD Besemah Pagaralam. "Saya pegang cucu saya. Teman-teman saya langsung pecahkan kaca, kami keluar."
Perjuangan mereka untuk bertahan hidup tak berhenti sampai di situ. Hasanah harus berpegang pada sebuah batang agar tak hanyut terbawa arus sungai yang deras.
Para korban yang berjuang untuk bertahan hidup pun berteriak sekeras-kerasnya. Butuh beberapa saat hingga warga akhirnya datang ke lokasi karena memang insiden yang terjadi pada malam hari. Hasanah dan cucunya yang masih berusia 9 tahun pun dievakuasi.
Hingga kini penyelidikan atas kecelakaan ini masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Sejauh ini aparat menduga kecelakaan tunggal itu terjadi lantaran bus oleng ketika berbelok tajam.
Namun demikian, pihak Dishub Sumsel dengan tegas menyebut bus yang terlibat kecelakaan sebenarnya sudah tak laik pakai. "Sisi ramp check-nya tidak sesuai dengan aturan sehingga seharusnya tak beroperasi. Selain ramp check, kami masih menelusuri permasalahan lainnya yang ada di bus. Intinya Bus Sriwijaya tidak laik beroperasi," jelas Kadishub Sumsel, Nelson Firdaus, Selasa (24/12).
(wk/elva)