Sempat Cari Tenaga Buzzer Sosmed, BPJS Kesehatan Batalkan Lowongan
Nasional

Sekretaris Utama BPJS mengakui jika lembaga itu memang tengah ramai diperbincangkan di jagad media sosial. Namun meski demikian, tidak perlu keberadaan buzzer untuk menetralisir hal itu.

WowKeren - BPJS Kesehatan membuka lowongan pekerjaan untuk posisi jasa Buzzer dan Social Media Analytic tahun 2020. Lowongan tersebut diumumkan lewat laman resmi BPJS Kesehatan.

Namun tak lama setelah lowongan itu dibuka, BPJS justru membatalkannya. Sekretaris Utama BPJS Kesehatan, Kisworowati mengatakan bahwa ia sudah meminta Kepala Humas untuk menurunkan pengumuman tersebut.

"Sebagai Sestama yang bertanggung jawab atas komunikasi publik termasuk program-program yang ada di dalamnya," kata Kisworowati melalui keterangan tertulis, Kamis (26/12). "Maka terkait atas pemberitaan pengadaan Buzzer saya sudah perintahkan Kepala Humas untuk dibatalkan."

Kisworowati mengakui jika lembaga pemerintah tersebut memang tengah ramai diperbincangkan di jagad media sosial. Namun meski demikian, tidak perlu keberadaan buzzer untuk menetralisir hal itu. Sebaliknya, BPJS akan menggunakan saluran-saluran yang ada yang bisa diterima oleh publik.


"Sebagai badan hukum publik, komunikasi publik BPJS Kesehatan harus menggunakan saluran-saluran yang lazim dan mengikuti kaidah kepatutan yang bisa diterima publik," ujar Kisworowati. "Dan dalam koridor hukum yang ada. Bukan dengan membuka lowongan buzzer seperti yang diberitakan."

Menurutnya, Humas BPJS Kesehatan harus kreatif dalam melakukan komunikasi dengan publik. Bukan dengan menggunakan tenaga buzzer, namun dengan mendayagunakan sumber daya yang ada. Selain itu, mengontrak tenaga buzzer menurutnya tidak sejalan dengan kebijakan umum yang ada.

"Selaku Sestama saya melarang Humas melakukan kontrak Buzzer, walau mungkin tujuan kehumasan sangat baik," lanjut Kisworowati. "Namun hal tersebut tidak sejalan dengan kebijakan umum yang ada. Hal ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan internal BPJS Kesehatan."

Adapun lowongan buzzer tersebut tidak dibuka untuk peserta individu. Tugasnya adalah mencari/menangkap opini pengguna media sosial (Instagram, Facebook, dan Twitter), monitoring kata kunci (harian), Analisis sentimen dan engagement. Lalu menyediakan akses bagi user BPJS Kesehatan ke aplikasi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait