Lubang besar Maros, Sulsel sempat menjadi viral baru-baru ini. Melihat hal tersebut Bupati Maros HM Hatta Rahman menagatakan jika lubang ini berpotensi untuk jadi objek wisata.
- Nidya Putri
- Jumat, 27 Desember 2019 - 15:03 WIB
WowKeren - Warga Desa Lebbo Tengae, Maros, Sulsel, sempat digegerkan dengan kemunculan lubang raksasa di area persawahan pada Senin (23/12) lalu. Menurut salah satu wargam Mappiare, menuturkan bahwa ia melihat asap membubung dari area sawah hingga beberapa menit kemudian suara gemuruh terdengar.
Setelah 24 jam, lubang tersebut ternyata membesar sehingga diameternya melebar hingga 20 meter. "Kemarin itu hanya seperti sumur biasa, terus melebar dan sekarang sudah ada 20 meteran," ujar Kepala Desa Lebbo Tengae Suryanto Indra, Selasa (24/12). "Kemungkinan bisa bertambah karena tanahnya masih longsor."
Adanya peristiwa tersebut lantas membuat Bupati Maros HM Hatta Rahman melakukan peninjauan lokasi amblesnya tanah yang membentuk lubang raksasa atau sinkhole di Dusun Tana Takko Desa Lebbo Tengae kecamatan Cenrana Kamis (26/12). Menurutnya, fenomena alam ini dapat dijadikan sebagai lokasi wisata.
Apalagi tempat tersebut sudah viral jadi pasti bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. "Ini kan fenomena alam yang kita tidak bisa cegah tapi kita bisa manfaatkan, salah satunya menjadi lokasi wisata," ujar Hatta disela-sela kunjungannya.
Sebagai langkah awal, Hatta meminta pihak pemerintah desa dan kecamatan untuk memasang pagar bambu disekitar sinkhole ini untuk menjamin aspek keamanan pengunjung sehingga tidak ada warga atau pengunjung yang terlalu dekat dengan lokasi karena dikhawatirkan sinkhole akan terus meluas.
"Aspek keamanan itu paling penting, makanya kita meminta untuk dipagari sekitar area sinkhole ini sambil melihat perkembangan dan hasil penelitian dari tim geologi," paparnya. "Kedepan pada waktu kemarau akan kita lihat kembali, jika tidak ada perubahan maka kita akan patenkan tempat wisata ini."
Kemudian ia akan mebuka akses jalan sehingga wisatawan lebih mudah masuk ke lokasi sinkhole. Diperkirakan sekitar 1,5 hektare sampai 2 hektare dari sinkhole akan dijadikan tempat wisata.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar satu kecamatan dipetakan kemungkinan terjadinya fenomena alam serupa. Hal ini juga menjamin keamanan masyarakat setempat.
"Kalau area persawahan seperti sekarang mungkin tidak masalah karena minim aktivitas masyarakat tapi jika terjadi dipemukiman warga itu tentu berbahaya," tutupnya. "Untuk awal satu desa ini akan kita minta pemetaan, apakah selain daerah ini ada tempat lain yang berpotensi terjadi hal serupa."
(wk/nidy)