Anak Krakatau Keluarkan Letusan, Warga Diminta Waspada
Nasional

Status Gunung Anak Krakatau dalam Level Waspada. Oleh karena itu, Badan Geologi Kementerian ESDM menghimbau agar para warga, nelayan maupun wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.

WowKeren - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (29/12) pagi. Gunung yang terletak di tengah Selat Sunda ini baru saja mengeluarkan letusan dengan tinggi 200 meter. Aktivitas tersebut terekam CCTV yang berada di gunung tersebut.

Meskipun begitu, Penanggung jawab pos pantau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan bahwa letusan yang terjadi pada Minggu (29/12) pukul 05.29 WIB tersebut merupakan hal biasa yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, itu adalah aktivitas Anak Krakatau yang pertama di bulan Desember.

“Itu (letusan) biasa," ujar Andi yang dilansir dari Kompas pada Minggu (30/12). "Memang terdengar tadi pagi, tapi letusan biasa. Aktivitas pagi tadi adalah yang pertama dalam bulan ini,” ujarnya.


Meskipun itu merupakan letusan yang biasa terjadi pada Anak Krakatau, Andi mengatakan jika status gunung tersebut dalam Level Waspada (level II). Oleh karena itu, Badan Geologi Kementerian ESDM menghimbau agar para warga, nelayan maupun wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.

Berdasarkan keterangan resmi dari Magma VAR (Vulcanic Activity Report) Badan Geologi, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementrian ESDM, nampak kolom abu setinggi 50 meter dari atas puncak gunung. Kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah utara. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi ± 1 menit 59 detik.

Sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau terakhir tercatat pada 27 Oktober 2019 lalu. Saat itu Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami letusan dengan asap berwarna putih, kelabu dan hitam selama tiga hari. Sementara itu, ketinggian kepulan asap sekitar 100 hingga 200 meter dari dasar kawah. Gunung Anak Krakatau sendiri diketahui pernah mengalami erupsi yang masif pada bulan Desember 2018 lalu.

Erupsi tersebut menyebabkan sebagian badan gunung longsor ke laut. Hal tersebut memicu gelombang tsunami yang menghantam pesisir Kalianda dan Pandeglang. Akibatnya, ratusan orang dikabarkan tewas akibat bencana tsunami tersebut. Erupsi tersebut menyebabkan berkurangnya tinggi Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, gunung tersebut memiliki tinggi 310 mdpl. Namun, saat ini Anak Krakatau hanya setinggi 157 mdpl.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait