Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mempertanyakan motif pengunduran diri wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge. Hal itu menyusul penolakan ketika utusan Kapolda dikirim untuk menemui wabup.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 30 Desember 2019 - 12:32 WIB
WowKeren - Sikap Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge yang mengundurkan diri masih menjadi sorotan. Keputusan tersebut diambil olehnya sebagai bentuk protes akibat warganya ditembak mati.
Wacana pengunduran ini dianggap terkait masalah pribadi dari sang wakil kepala bupati. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw. Untuk membicarakan duduk permasalahan ini guna mencari solusi terbaik, Paulus pun telah mengutus Kapolres Nduga untuk bertemu dengan Wentius.
Namun, utusan tersebut dikatakannya justru dilempari batu. Adanya penolakan semacam ini membuat Paulus mempertanyakan alasan utama keputusan Wentius tersebut sebagai bentuk protes.
"Pak Kapolres Nduga yang saya minta bertemu beliau malahan dilempari batu. Ini berarti adanya penolakan," kata Paulus dilansir Kumparan, Senin (30/12). "Apakah benar wacana mundurnya beliau karena masalah penembakan atau mungkin saja ada persoalan pemerintahan yang belum bisa diungkap olehnya. Saya melihat, ini semua sifatnya pribadi."
Selain mengirimkan utusan, upaya juga dilakukan dengan menghubungi Wentius melalui sambungan telepon. Namun sayangnya, sang bupati tak kunjung memberikan respons. Lebih jauh, Paulus meminta agar pemerintah Nduga bisa lebih objektif dalam melihat konflik di daerah tersebut yang berawal dari pembunuhan dengan kekerasan kepada 17 karyawan Istaka Karya.
"Saya harap, Pak Bupati dan Wakilnya mendekati rakyatnya." lanjut Paulus. "Ajak lah mereka bicara, apa yang ada di pikiran, sehingga nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah."
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sempat angkat bicara menanggapi hal ini. Mahfud menegaskan bahwa tidak ada ajudan maupun sopir wabup yang tewas tertembak oleh aparat TNI maupun Polri seperti yang diklaim oleh Wentius.
"Itu tidak ada," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (27/12). "Itu tidak ada, tidak ada ajudan atau sopir Wabup Nduga itu yang ditembak oleh tentara maupun polisi."
(wk/zodi)