Gempa Disertai Tsunami Hingga Erupsi, BNPB Imbau Publik Waspadai Potensi Bencana di 2020
Nasional

Masyarakat yang tinggal di daerah dengan potensi kerawanan tinggi bencana diimbau selalu waspada dan meningkatkan kapasitas mitigasi dan agar selalu merujuk ke informasi peringatan dini BMKG.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mewaspadai jenis bencana geologi maupun vulkanologi pada 2020 nanti. Bencana geologi misalnya seperti gempa bumi yang disusul tsunami sedangkan bencana vulkanologi misalkan seperti erupsi gunung api.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo saat memberi paparan dalam agenda 'Refleksi Bencana Tahun 2019 dan Proyeksi Bencana 2020' di Kantornya, Jakarta, Senin (30/12). "Potensi bencana yang perlu diwaspadai untuk tahun depan adalah bencana gempa yang disusul tsunami, lalu bencana vulkanologi," ujarnya.

Berdasarkan data prakiraan potensi bencana Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), disebutkan bahwa di Indonesia terdapat 6 titik zona potensi aktif berdasarkan seismisitas 2019 yang meliputi Nias, Lombok-Sumba, Ambon, Banda dan Mamberamo.


Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di daerah dengan potensi kerawanan tinggi bencana tersebut untuk selalu waspada dan meningkatkan kapasitas mitigasi. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi peringatan dini BMKG sebagai dasar perhitungan dalam mengambil keputusan.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat menjadikan informasi peringatan dini ini sebagai bahan pertimbangan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. "Dalam pengambilan keputusan untuk kesiapsiagaan."

Sementara itu Kepala BNPB Doni Monardo menyatakan bahwa pihaknya akan selalu mengutamakan langkah pencegahan dalam penanggulangan bencana. Ia ingin menanamkan kesadaran pada masyarakat bahwa bencana tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja, namun juga masyarakat setempat berikut pemerintah daerah.

"Menyadarkan masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah pusat saja," kata Doni. "Perlu campur tangan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat, baik tokoh adat maupun tokoh agama. Karena urusan bencana adalah urusan bersama."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait