Netizen kompak menyuarakan kerinduannya pada Susi Pudjiastuti usai munculnya polemik soal perairan Natuna yang diklaim oleh Tiongkok. Meski begitu, Susi memberikan pesan untuk masyarakat soal masalah tersebut.
- Nidya Putri
- Sabtu, 04 Januari 2020 - 15:48 WIB
WowKeren - Tiongkok hingga saat ini masih menjadi sorotan publik Indonesia usai melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Tak hanya itu, bahkan Negeri Tirai Bambu itu diketahui berusaha mengklaim kedaulatan negaranya atas Laut Natuna.
Hal ini lantas membuat masyarakat Indonesia menyuarakan rasa kerinduannya pada Menteri Kelautan dan Perikanan di era sebelumnya Susi Pudjiastuti. Susi sendiri dikenal akan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan laut NKRI. Dia tidak segan-segan menenggelamkan kapal-kapal yang menerobos perairan Indonesia untuk mencuri ikan.
Nama Susi sendiri sempat masuk trending topic di Twitter. Berikut sejumlah kicauan warganet yang menilai jika pemerintah saat ini lambat dalam mengeluarkan penanganan terkait polemik tersebut.
"Seenggaknya pasang badan. Kita negara berdaulat. Masa takut? Liat statement dari Bu Susi kan? Maling ya Maling. Ditangkap, diproses, diadili. Tenggelamkan. Ngaku2 teritorial mereka itu udah nyalahin perundang2an Internasional loh," tulis @dar*****bun. "Bu susi aja bisa tanpa perang tenggelamkan kapal tukang nyolong,kok sekarang jadi sulit ya? Kenapa terkesan pemerintah indonesia jadi lembek & lambat kayak siput," sambung @em*******da.
"Penenggelaman kapal dijaman Bu Susi adalah yg paling tepat utk menunjukan ketegasan kita..kl skrg kita negara maritim tp tanpa ketegasan...dan masak negara koq ngasih kapal bekas maling kepada nelayan bangsa sendiri," kata @Yan*****3981. "@susipudjiastuti bu susi, saya kangen punya menteri yg santuy tapi mantap kek ibu," ujar @rak***ah_.
Sebelumnya, Susi sendiri turut mengungkapkan pendapatnya terkait keputusan yang diambil oleh pemerintah terkait polemik Tiongkok dan laut Natuna. Dalam akun Twitternya, Susi turut menyinggung soal pencuri ikan dan hubungan persahabatan antar negara.
"Persahabatan antar negara Tidak boleh melindungi pelaku Pencurian Ikan & Penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing," tulis Susi pada akun Twitternya. "Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF. Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara."
(wk/nidy)