Langkah Menlu RI Soal Situasi AS-Iran: Buka Crisis Center Dan Siap Evakuasi WNI
Nasional

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memanas, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia telah membuka crisis center dan siap mengevakuasi WNI di negara konflik tersebut.

WowKeren - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas pasca terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump. Kini Indonesia telah menyiapkan contingency plan (rencana cadangan) bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di area konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi mengatakan jika pihaknya terus melakukan komunikasi dengan perwakilan mereka di negara Iran, Irak, serta kemungkinan negara tedampak lainnya. Contingency plan yang disiapkan juga disebutkan Retno telah selesai.

"Yang perlu kita persiapkan lebih matang adalah dampaknya terhadap WNI. Kita terus melakukan komunikasi dengan para kepala perwakilan kita di negara-negara, baik di Iran, Irak maupun kemungkinan di negara-negara yang akan terdampak kalau eskalasi terus berlanjut," jelas Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (9/1). "Nah, contingency plan sudah selesai dengan semua backup-nya sudah disiapkan."

Rencana yang tengah disiapkan adalah Pemerintah Indonesia telah membuka Crisis Center. WNI yang tinggal di negara terdampak konflik ini bisa menggubungi hotline Kemenlu jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.

"Sebagai antisipasi hotline semuanya sudah ada dirilisnya Kementerian Luar Negeri. Jadi kita juga mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi hotline yang ada," imbau Retno. "Terus kemudian di Kementerian Luar Negeri Kita juga sudah mengaktifkan Crisis Center. Sekali lagi ini adalah sebagai langkah antisipatif."


Negara yang saat ini sedang terlibat konflik ini adalah Amerika, Iran dan Irak. Walau begitu, Iran dan Irak berpotensi menjadi tempat saling serang. Pasalnya, pangkalan militer milik AS saat ini berada di Irak sehingga lokasi tersebut menjadi sasaran Iran dalam melancarkan serangan.

Retno mengatakan jika saat ini ada 400 WNI yang berada di Iran. Sementara itu, jumlah WNI yang berada di Irak justru dua kali lipat lebih tinggi yakni sebanyak 800 WNI. Namun angka-angka tersebut kemungkinan masih bisa meningkat lantaran banyak yang belum melapor.

"Karena kalau kita bicara mengenai Iran ada lebih dari 400 warga negara Indonesia yang di sana. Itu adalah angka resmi yang masuk di kita," ujar Retno. "Dalam artian kemungkinan banyak warga negara kita yang tidak melapor pada saat berada di sana dan sebagainya sehingga kita antisipasi jumlahnya akan lebih dari 400. Sementara yang di Irak itu sekitar 800."

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah siap jika sewaktu-waktu harus melakukan evakuasi besar-besaran para WNI jika konflik semakin besar. Menurut Retno, saat ini Dubes RI yang berada di Irak, Iran, maupun AS beserta Kemenlu telah mematangkan contingency plan ini.

"Jadi saya lagi mudah-mudahan eskalasi tidak semakin memburuk tetapi kita harus siap dan kita sudah siapkan semua yang terkait dengan contingency plan Warga Negara Indonesia," kata Retno. "Siap, kita kita siap (evakuasi besar-besaran). "Jadi semuanya sudah matang. Semuanya tentunya akan terkait dengan situasi tempat ya."

"Mudah-mudahan teman-teman situasi tidak akan lebih buruk dari sekarang. Kita terus melakukan komunikasi dengan semua pihak yang terkait," sambungnya. "Jadi seperti biasa kita karena kita duduk di DDK, kita terus berkomunikasi dengan semua pihak untuk mendeeskalasi."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait