Kemunculan Keraton Agung Sejagat begitu menghebohkan masyarakat Indonesia. Kini, mulai terkuak cabang kerajaan lain dari keraton tersebut yang muncul di wilayah ini.
- Ruth Meliana
- Jumat, 17 Januari 2020 - 11:57 WIB
WowKeren - Kemunculan Keraton Agung Sejagat yang terbongkar beberapa waktu lalu cukup menggemparkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, Keraton tersebut telah mengklaim kekuasaan seluruh negara di dunia dan mengaku memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit.
Kini perlahan-lahan, fakta tentang Keraton Agung Sejagat mulai terkuak. Salah satunya adalah mulai terbongkarnya keberadaan cabang lain dari Keraton Agung Sejagat. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah berhasil menemukan cabang dari kerajaan fiktif tersebut yang berada di wilayah Klaten.
Penemuan tersebut berhasil dilakukan setelah Polda Jateng melakukan pemeriksaan kepada Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yakni Toto Santosa dan Fanni Aminadia. Cabang yang berada di Klaten itu dipimpin oleh seorang Maha Menteri yang bernama Wiwik.
"Sudah ditemukan cabang Keraton Agung Sejagat di beberapa kecamatan di Kabupaten Klaten," jelas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna lewat pesan WhatsApp, seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (16/1). "Dipimpin oleh seorang Maha Menteri Keraton Agung Sejagat saudari Wiwik."
Letak cabang kerajaan tersebut berada di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Polda Jateng berhasil menemukan puluhan pengikut beserta dengan sejumlah barang bukti di cabang yang terletak di Klaten tersebut.
"Pengikutnya berjumlah 28 orang," jelas Kombes Iskandar. "Di sana (Klaten), sudah ada batu prasasti, tempat pertemuan, dan papan nama."
Berhasil menemukan kembali kerajaan fiktif, pihak Polda Jateng masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai temuan tersebut. Bahkan, Kombes Iskandar masih merahasiakan status Maha Menteri bernama Wiwik apakah telah diamankan atau tidak.
Sementara itu, Polda Jateng hingga kini masih belum memastikan jumlah korban yang mengalami kerugian karena tertipu dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat tersebut. Menurut Kombes Iskandar, kepolisian masih dalam tahap penyidikan dan mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya dari para ahli maupun saksi.
"Oh belum, belum sampai ke sana (perhitungan jumlah korban)," ungkap Kombes Iskandar. "Yang jelas kita akan minta klarifikasinya karena beberapa warga kan resah terkait itu."
(wk/lian)