Pendiri EcoNusa Bustar Maitar menyebut bahwa kondisi hutan di Papua bisa terancam dengan adanya upaya penanaman sawit dalam skala besar oleh sebab itu ia ingin masyarakat ikut menyuarakan kedaulatan mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 28 Januari 2020 - 16:12 WIB
WowKeren - Yayasan yang bergerak di bidang perlindungan hutan Papua, EcoNusa, menyoroti kondisi hutan-hutan di Papua dan Papua Barat. Pendiri EcoNusa Bustar Maitar menyebut bahwa hutan di Papua saat ini tengah terancam akibat imbas dari adanya investasi sawit. Bustar meminta agar masyarakat ikut berdaulat.
"Hutan mereka di ujung tanduk. Karena investasi penanaman sawit yang begitu besar," kata Bustar di Jakarta Pusat, Selasa (28/1). "EcoNusa ingin mendorong masyarakat adat ikut berdaulat, artinya mereka menentukan apa yang harus mereka lakukan secara penuh pada hutan tersebut."
Ia menuturkan bahwa pihaknya telah membentuk School of Eco Diplomacy pada 2018 lalu. Program ini bertujuan untuk mengarahkan warga Papua agar bisa bersaing dengan warga lain yang ada di luar wilayah mereka. Oleh sebab itu ia berharap dengan adanya program ini dominasi masyarakat asli Papua bisa dipertahankan.
Ia menyebut bahwa saat ini para pemuda Papua telah memiliki usaha yang tak kalah bersaing dengan investor dari luar, yakni usaha penginapan homestay. EcoNusa mendorong pembangunan ketahanan masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan pemerintah.
"EcoNusa percaya bahwa membangun ketahanan masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam mereka dapat dicapai," tutur Bustar. "Dengan tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah, dan bekerja sama dengan sektor swasta dan pihak lain."
Kehadiran EcoNusa ini pun disambut positif oleh Bupati Kaimana, Papua Barat, Matias Mairuma. Baginya, EcoNusa merupakan jawaban dari banyaknya organisasi nirlaba yang kurang tepat sasaran dalam mengedukasi warga Papua.
"Ini NGO pertama di Tanah Papua," tutur Matias. "Banyak NGO di Tanah Papua, yang mulai kami pertanyakan maksud dan tujuannya hari ini. EcoNusa, NGO, mendorong community deveploment masyarakat Papua."
Matias pun bercerita dirinya pernah menolak mentah-mentah investor yang hendak menanam sawit di Kaimana. Sebab, hal itu dikhawatirkan berpotensi mengancam kedaulatan hutan milik masyarakat adat setempat. "Ada belasan proposal permohonan di meja saya. Tapi saya ingin melindungi masyarakat adat," tutur Matias.
(wk/zodi)