Begini Nasib Proyek Revitalisasi Monas Setelah Dihentikan Untuk Sementara
Nasional
Pro Kontra Revitalisasi Monas

Terhitung sejak Selasa (28/1), Pemprov DKI telah secara resmi menghentikan sementara proyek revitalisasi Monas. Keputusan itu diambil usai peninjauan yang dilakukan DPRD DKI dan Pemprov DKI.

WowKeren - Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta akhirnya dihentikan sementara terhitung sejak Selasa (28/1). Penyetopan sementara ini dilakukan hingga ada tidak lanjut dari Sekretaris Negara karena Gubernur DKI Anies Baswedan disebut belum mengajukan izin revitalisasi.

Sebelumnya, proyek revitalisasi ini memang menuai pro-kontra karena ratusan pohon di sisi selatan Monas dibabat habis. Kini, pintu masuk samping IRTI Monas terpantau tertutup rapat dan dikunci menggunakan rantai.

Dilansir CNN Indonesia pada Rabu (29/1), pengunjung maupun awak media dilarang untuk memasuki area tersebut. Dari sela-sela gerbang memang tak tampak aktivitas pekerjaan berat yang dilakukan, meski terdapat belasan pekerja yang tampak berlalu lalang dalam area proyek tersebut.

Menurut seorang pria yang mengenakan baju biru bertuliskan security, pekerjaan di area proyek tersebut memang ditutup sementara. "Hari ini katanya ditutup. Yang nutup katanya Setneg, tunggu Setneg," ujar pria tersebut dilansir CNN Indonesia pada Rabu (29/1) hari ini.


Saat ditanyai soal pekerja yang masuk membawa batu alam, petugas tersebut mengaku bahwa batu tersebut hanya akan diletakkan dan bukan untuk dipasang. Petugas tersebut juga mengaku tidak tahu hingga kapan penyetopan proyek akan dilakukan.

"Batunya enggak dipasang, cuma dimasukin doang," kata petugas tersebut. "Enggak tahu juga kita sampai kapan, tunggu perintah aja."

Di sisi lain, kontraktor proyek revitalisasi Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara, berharap agar Pemprov DKI mau memberikan tambahan waktu pengerjaan. "Iya mudah-mudahan seperti itu (ada pertambahan waktu)," kata Direktur PT Bahana Prima Nusantara, Muhidin Shaleh.

Muhidin mengaku bahwa pihaknya sebagai kontraktor hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Pemprov DKI. Termasuk di antaranya pemberhentian sementara proyek revitalisasi ini.

"Ya ini beritanya begitu kalau sementara ya seperti apa," pungkas Muhidin. "Ya kita ikut saja, kan kita pelaksana gitu."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts