DPR Minta Menkes Transparan Soal Observasi WNI di Natuna
Nasional

Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita menilai hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi simpang siur informasi yang berkembang di masyarakat sehingga harus ada pemahaman kepada masyarakat.

WowKeren - Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita, meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk bersifat transparan mengenai observasi warga negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau. Ia menilai bahwa masyarakat perlu diberi pemahaman yang pasti mengenai langkah pemerintah yang satu itu.

Hal itu, menurutnya, perlu dilakukan agar tidak terjadi simpang siur informasi yang berkembang di masyarakat. "Agar tidak ada yang simpang siur, dan harus betul dari Kemenkes melakukan edukasi, agar masyarakat tidak khawatir," ujar Felly dilansir Medcom, Selasa (4/2).

Ia kemudian menyinggung masalah penolakan warga terhadap observasi WNI yang dilakukan di Natuna. Hal itu bisa terjadi lantaran kurangnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Adapun para WNI yang tiba di Natuna tersebut telah dinyatakan sehat dan bebas dari virus corona oleh Tiongkok melalui standar badan kesehatan dunia (WHO).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Tiongkok sendiri memiliki standar yang melarang warga negara asing untuk keluar jika memang mengidap virus itu. Informasi-informasi semacam ini harus disampaikan kepada masyarakat sehingga mereka tidak perlu khawatir dengan WNI yang tiba di Natuna.


"Pemerintah Tiongkok punya standar (warga negara asing) gak boleh keluar kalau sakit," kata Felly. "Masyarakat yang demo tidak tau ini, ini harus disampaikan kepada masyarakat agar tidak khawatir dengan virus korona."

Lebih lanjut, Felly meminta agar Kemenkes bekerja sama dengan para kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Ditjen Imigrasi. Hal ini perlu dilakukan untuk memantau perkembangan tujuh WNI yang masih berada di Tiongkok. Sebab, ada WNI yang menolak untuk dievakuasi.

"Kami minta bekerja sama, mengontrol, menyampaikan, kami minta diupdate kepada masyarakat informasi terbaru setiap waktu," tutur Felly. "Supaya masyarakat tidak resah itu yang kami minta."

Sebelumnya, Ratusan warga Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berunjuk rasa di gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Sabtu, 1 Februari 2020. Mereka menolak kedatangan WNI dari Tiongkok.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait