Mahfud MD Ngaku Kesalahan Ini Bikin Warga Natuna Demo Tolak Karantina WNI
Instagram/mohmahfudmd
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku kesalahan ini membuat warga Natuna demo tolak karantina WNI dari Tiongkok di wilayah mereka.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok akibat wabah virus corona. Para WNI tersebut setiba di Indonesia langsung menjalani prosedur karantina di Natuna, Kepulauan Riau.

Namun, wilayah Natuna yang dijadikan lokasi karantina mendapatkan penolakan dari warga sekitar. Warga Natuna lantas menggelar aksi demonstrasi agar karantina para WNI tersebut dipindahkan ke tempat lain.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD lantas menyebutkan penolakan warga Natuna tersebut akibat kesalahan pemerintah. Pasalnya, pemerintah terlambat melakukan sosialisasi dan memberikan informasi bagi warga Natuna terkait proses evakuasi tersebut.

Keterlambatan informasi tersebut dikarenakan cepatnya proses evakuasi WNI dari Hubei. Mahfud mengatakan begitu mendapat lampu hijau dari Pemerintah Tiongkok, pihaknya langsung menjemput para WNI tersebut.


"Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat," kata Mahfud dalam jumpa pers di Kantor Menko Polhukam di Jakarta, Selasa (4/1). "Dan itu supaya Anda maklumi karena bisa diikuti dari semua media massa bahwa perkembangan hanya berlangsung dari menit ke menit. Sehingga kita melakukan tindakan cepat."

Mahfud lantas meminta agar warga Natuna dapat memahami situasi yang ada. Ia menegaskan telah menggelar rapat bersama dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Terawan Agus Putranto, dan beberapa pejabat daerah Kabupaten Natuna.

Dalam rapat tersebut, Mahfud meyakinkan jika pemerintah pusat akan menjamin keselamatan warga Natuna saat menjalani prosedur karantina ini. "Penyelesaian pemulangan warga negara Indonesia di sana, itu dilakukan dengan akurat, tidak membahayakan masyarakat Natuna," tegas Mahfud.

Seperti yang diketahui, virus corona ini pertama kali muncul di pasar hewan dan ikan yang terletak di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus mematikan ini kemudian dengan cepat menyebar ke kota-kota bahkan hingga negara-negara lain hingga mengakibatkan ratusan orang menjadi korban meninggal.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait