Nasib pekerja migran di beberapa negara tetangga turut menyita perhatian pemerintah lantaran seorang WNI yang berprofesi sebagai ART di Singapura dikonfirmasi terinfeksi virus Corona.
- Elvariza Opita
- Rabu, 05 Februari 2020 - 11:17 WIB
WowKeren - Keyakinan bahwa Indonesia "kebal" virus Corona tampaknya mulai patah. Hal ini terbukti dari seorang WNI yang dinyatakan positif terinfeksi virus dari Wuhan, Tiongkok itu.
Adalah seorang WNI yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di Singapura yang baru-baru ini dikonfirmasi terinfeksi virus Corona. TKI itu sendiri terjangkit virus Corona lantaran berkontak dengan majikannya yang juga terinfeksi virus serupa.
"WNI ini merupakan pekerja asing yang bekerja pada seorang perempuan warga negara Singapura," bunyi keterangan seperti dilansir Kompas, Rabu (5/2). "Sebelumnya, ia dilaporkan sempat bersentuhan dengan majikannya yang juga dinyatakan positif terkena virus Corona."
Menanggapi hal tersebut, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah pun angkat bicara. Ida pun mengimbau agar tak ada kepanikan di kalangan pekerja migran, terutama yang berada di Singapura.
Ida kemudian menyarankan agar para pekerja proaktif menyiapkan masker demi mengurangi potensi tertular virus. Selain itu, ia juga meminta para TKI supaya berkomunikasi dengan majikan mereka demi mencegah paparan virus.
"Ini musibah ya. Tapi anak-anakku pekerja di Singapura jangan panik. Tetap waspada, kurangi keluar rumah kalau tidak perlu sekali," imbau Ida, dikutip dari CNN Indonesia. "Sedia stok masker sebanyak-banyaknya. Sekali lagi jangan panik."
"Beri pengertian kepada majikan bahwa kita harus sama-sama mengurangi risiko tertular," imbuhnya. "Kalau jenis pekerjaan kalian berisiko, ya bicaralah dengan majikan baik-baik."
Menurut Ida, WNI yang terinfeksi virus Corona itu telah dirawat dan dikarantina di Singapore General Hospital. Kemenaker pun mengaku terus memantau perkembangan kesehatan para TKI yang berada di negara-negara tetangga. Apalagi kebanyakan dari mereka berada di lokasi yang sudah dikonfirmasi terpapar virus Corona.
"Kami terus memantau dan siap memberi dukungan apapun bentuknya," pungkas Ida. "Bukan hanya di Singapura, juga di Hong Kong dan Taiwan. Mudah-mudahan tidak ada lagi anak-anak kita yang terinfeksi di sana."
(wk/elva)