Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hengki Angkasawan, menyampaikan bahwa pemerintah untuk sementara melarang impor hewan hidup dari Tiongkok demi mengantisipasi virus Corona.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 05 Februari 2020 - 15:03 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia untuk sementara melarang impor hewan hidup dari Tiongkok. Kebijakan ini diambil demi mencegah penyebaran virus Corona ke Tanah Air.
Padahal, Tiongkok adalah mitra dagang terbesar di Indonesia. Selama 2019, impor non-migas dari Tiongkok bahkan mencapai 29,95 persen dari total impor Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dilansir Kumparan pada Rabu (5/2), Tiongkok telah mengirim 1,21 ton hewan primata ke sepanjang tahun 2019. Nilai impor hewan tersebut mencapai USD 898.372 atau sekitar Rp 12,3 miliar. Nilai impor ini meningkat dibandingkan sepanjang tahun 2018 yang hanya mencapai 1,1 ton dengan nilai USD 205.730.
Selain hewan primata, Indonesia juga mengimpor hewan reptil dari Tiongkok sebesar 8,18 ton atau senilai USD 215.968 sepanjang tahun 2019. Angka tersebut melonjak naik dari 2018 yang mencapai 11,67 ton atau senilai USD 120.444.
Sedangkan impor hewan mamalia lainnya dari Tiongkok mencapai 550 kilogram dengan nilai mencapai USD 7.120 sepanjang 2019. Impor hewan mamalia jenis lain tahun 2019 menurun dibandingkan periode 2018 yang mencapai 698 kilogram atau senilai USD 22.037.
Meski demikian, data per kelompok tersebut tidak merinci secara spesifik per jenis hewan. Salah satu jenis hewan yang termasuk primata impor adalah kera dan orang utan.
Sementara itu, hewan yang masuk jenis mamalia lainnya adalah paus, lumba-lumba. Lalu hewan reptil yang diimpor dari Tiongkok di antaranya adalah ular, buaya, hingga kura-kura.
Sebelumnya, kebijakan penghentian pengiriman hewan hidup sementara ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan. Kebijakan ini telah sesuai dengan hasil Rapat Terbatas terkait Penanganan Virus Corona yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (4/2).
"Berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Presiden kemarin sore yang dihadiri oleh bapak Menhub. Pemerintah memutuskan bahwa pengiriman kargo dari RRT tetap berjalan seperti biasa. Yang dihentikan sementara adalah pengiriman hewan hidup dari RRT," pungkas Hengki di Jakarta pada Rabu (5/2). "Sementara terkait penghentian pengiriman hewan hidup dari Tiongkok, dilakukan karena diketahui penularan virus corona selain ditularkan dari manusia ke manusia juga dapat ditularkan dari hewan hidup."
(wk/Bert)