Baru Pulang Dari Tiongkok, 4 Pekerja PLTU Langsung Dikarantina Di Bali
Nasional

Baru saja pulang dari Tiongkok, empat pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) langsung menjalani prosedur karantina di Bali demi mengantisipasi penyebaran virus corona.

WowKeren - Dunia sedang diguncang dengan berita mewabahnya virus corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus ini telah menyebar dari Tiongkok hingga ke beberapa negara lainnya hingga menyebabkan banyak korban jiwa.

Dilansir CNN, empat orang pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang baru saja kembali dari Tiongkok. Keempat pekerja tersebut langsung menjalani karantina dan akan dilakukan observasi selama 14 hari ke depan untuk memastikan mereka terbebas dari virus corona.

Diberitakan, keempat pekerja tersebut merupakan Warga Negara Tiongkok yang baru saja merayakan Hari Imlek di negeri Tirai Bambu. Mereka kemudian tiba di Indonesia pada tanggal 1 Februari lalu dan langsung dikarantina serta tidak diperbolehkan untuk bekerja terlebih dahulu di PLTU Celukan Bawang.

"Masih kami tempatkan di tempat aman (karantina)," kata Vice Manager General Affair Department PT General Energy Bali, Indriati Tanu Tanto pada Kamis (6/2). "(Hal tersebut dilakukan) agar mereka tidak berinteraksi dengan yang lain."


Langkah tersebut sesuai dengan arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Disebutkan, masa inkubasi dari virus mematikan ini berjalan selama kurun waktu 14 hari. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng telah menunjuk dokter spesialis dan tim khusus untuk menangani proses karantina keempat pekerja tersebut. Para pekerja asal Tiongkok tersebut akan diawasi dan dipantau perkembangan kesehatannya selama 14 hari kedepan.

Sementara itu, PLTU Celukan Bawang memiliki 443 pekerja. Dari jumlah ini, sebanyak 162 diantaranya merupakan pekerja yang berasal dari Tiongkok. Indriati melaporkan sebanyak 56 pegawai asal Tiongkok tersebut telah kembali ke negaranya pada pertengahan Januari lalu untuk merayakan Imlek.

Namun, dari 56 orang tersebut baru 4 orang yang kembali ke Indonesia. Sementara sebanyak 52 orang lainnya diminta untuk jangan kembali dulu sampai situasinya aman. "Masih ada di China sisanya. Kami instruksikan agar mereka tak kembali terlebih dahulu sampai situasi aman," jelas Indriati.

Walaupun sebanyak 52 pekerjanya belum kembali, Indriati menegaskan jika hal tersebut tidak akan mengganggu operasional PLTU Celukan Bawang. "Operasional tetap berjalan dengan normal. Kami sudah ada tenaga Indonesia yang bisa mengoperasikannya," pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait