Menurut Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto, mayoritas dari ratusan WNI yang dikarantina tersebut adalah mahasiswa yang kini tengah menempuh studi di Tiongkok.
- Bertilia Puteri
- Senin, 10 Februari 2020 - 08:52 WIB
WowKeren - Ratusan warga negara Indonesia (WNI) diketahui kini tengah diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau, usai dievakuasi dari Tiongkok pada 2 Februari 2020 kemarin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri menyatakan bahwa para WNI tersebut dalam keadaan sehat alias negatif virus Corona di masa karantina hari ke-7 mereka.
Menurut Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto, mayoritas dari ratusan WNI yang dikarantina tersebut adalah mahasiswa yang kini tengah menempuh studi di Tiongkok. "Hampir semuanya mahasiswa, mayoritas lah, mungkin yang enggak mahasiswa beberapa orang saja," tutur Achmad dilansir CNN Indonesia pada Senin (10/2).
Lebih lanjut, Achmad memastikan bahwa ratusan WNI tersebut berada dalam kondisi sehat secara fisik. Namun secara psikologis, Achmad menilai para mahasiswa tersebut mulai "ketar-ketir" alias gelisah terkait kelanjutan studi mereka di negeri Tirai Bambu.
"Kekhawatiran itu sekarang sudah mulai muncul, secara psikologis ya," ungkap Achmad. "Kita kan melihat mereka holistik ya, kita ajak ngobrol. Nah kalau sekarang ini ya dalam 2-3 hari ini mereka mulai cerita kondisi perkuliahan."
Menurut Achmad, banyak mahasiswa Indonesia yang dikarantina di Natuna mengeluh soal kuliah mereka di Tiongkok. Achmad mengaku mereka mulai mengkhawatirkan kondisi Provinsi Hubei yang lumpuh akibat wabah virus Corona.
Padahal, perkuliahan para mahasiswa tersebut sudah kembali aktif. Sehingga mereka pun merasa takut studinya akan tertinggal. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa juga panik usai adanya kabar mereka tak diizinkan kembali ke Tiongkok oleh keluarga.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kemenkes pun menghadirkan 7 ahli kejiwaan sejak Kamis (6/2) pekan lalu. Para psikolog ini menjadi tim pendamping inklusif yang akan membantu meringankan beban psikologis WNI di Natuna.
"Ada 7 dari Kemenkes," tutur Achmad. "4 psikolog dengan 3 dokter jiwa."
Di sisi lain, Achmad membantah para WNI tersebut menakutkan ancaman virus corona serta terisolasinya dari masyarakat. Pasalnya, tutur Achmad, para WNI tersebut sudah paham betul tindakan yang dilakukan pemerintah hingga tak lagi risau. "Enggak, mereka tahu betul kenapa harus dikarantina dan tidak mempertanyakannya," pungkas Achmad.
(wk/Bert)