Mendagri Tito membagikan pengalaman uniknya kala memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) Daerah pada Kamis (13/2) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 13 Februari 2020 - 14:49 WIB
WowKeren - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membagikan pengalaman uniknya kala memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) Daerah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (13/2) hari ini. Tito mengaku merasa takut jika melihat gedung Kemenko Perekonomian kala masih menjadi Wakapolsek Metro Sawah Besar pada tahun 1991 silam. Diketahui, letak Kantor Kemenko Perekonomian berada tepat di seberang Polsek Sawah Besar.
"Saya cerita sama Bu Menteri Keuangan, kemarin waktu kita 2 hari lalu ke tempat beliau, tahun 1991 waktu saya Wakapolsek di depan sana, di Polsek Sawah Besar," tutur Tito di Kantor Kemenko Perekonomian. "Itu kalau melihat gedung ini rasanya takut sekali."
Rupanya, rasa takut Tito muncul saat melihat para Menteri yang keluar masuk Kantor Kemenko Perekonomian. Bagi Tito, melihat Menteri itu mengerikan kala dirinya masih menjabat sebagai Wakapolsek. "Pejabat tinggi semua. Namanya Wakapolsek, kapten, melihat Menteri itu ngeri," ujar Tito.
Kini, Tito pun merasa tak percaya dirinya bisa berdiri di Kantor Kemenko Perekonomian sebagai seorang Menteri yang sosoknya dulu ia takuti. Mantan Kapolri tersebut pun memberikan candaan dan menyebut dirinya butuh waktu hingga hampir 2 dekade untuk bergerak dari Polsek Sawah Besar ke Kantor Kemenko Perekonomian yang hanya berjarak 100 meter.
"Tapi hari ini bisa berdiri, masuk ke sini, dalam posisi Menteri lagi," jelas Tito. "Jadi rupanya hanya untuk bergerak dari 100 meter saja memerlukan waktu hampir 19 tahun."
Sementara itu, Tito meneken nota kesepahaman pembentukan sistem ETP dalam rapat koordinasi ini. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani bersama Menko Bidang Pertemuan Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
ETP ini diharapkan bisa memperbaiki catatan seluruh transaksi di daerah. Nantinya, transaksi tersebut dapat dilacak seluruh pihak berwenang yang memerlukannya untuk suatu kepentingan.
"Kemendagri berterima kasih banyak atas kesediaan Pak Menko, Bu Menkeu, Pak Gubernur Bank Indonesia, dan Kemenkominfo atas inisiatif dan kerja sama ini. Ini memerlukan sosialisasi," pungkas Tito. "Memang ada beberapa daerah yang sudah menerapkan cashless transaction, baik belanja maupun pendapatan, dengan melibatkan pihak-pihak ketiga. Otomatis ini bisa terlacak semua."
(wk/Bert)