Ketua Terpilih Jamaah Muslim Geografi (JMG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sandy Danu A mengatakan bahwa pemburaman dilakukan murni karena keinginan teman-temannya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37 WIB
WowKeren - Jamaah Muslim Geografi (JMG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya angkat bicara mengenai foto pengurus mahasiswi yang diburamkan dalam struktur organisasi. Foto ini menuai sorotan di jagad maya belum lama ini.
Ketua Terpilih Jamaah Muslim Geografi (JMG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sandy Danu A mengatakan bahwa proses pemburaman dilakukan murni karena keinginan teman-temannya. "Sepenuhnya, tidak ada paksaan. Pengebluran memang murni keinginan pribadi dari teman-teman," kata Sandy dilansir detik, Jumat (14/2).
Pemburaman foto, dilakukan sebagai jalan tengah menjawab sejumlah permintaan. Ia menjelaskan bahwa ada sebagian pengurus wanita yang meminta agar foto mereka diperlihatkan namun di lain sisi ada juga pengurus wanita yang keberatan jika diperlihatkan.
"Dari teman-teman pengurus perempuan, ada yang menghendaki fotonya diperlihatkan. Sebagian juga ada yang keberatan fotonya muncul," jelas Sandy. "Jadi, pengebluran adalah jalan tengahnya."
Sehingga dengan kata lain, pemburaman wajah pengurus perempuan tidak berkaitan dengan tuntunan Islam. Sebab murni berasal dari keinginan yang bersangkutan.
"Memang benar apa yang dikatakan Sekretaris MUI DIY, tidak ada hubungannya dengan tuntunan Islam," sebutnya lagi. "Pengebluran ini memang benar-benar datang dari keinginan pribadi pengurus perempuan."
Ia memahami jika langkah pihaknya melakukan pemburaman berpotensi menuai bermacam interpretasi. Oleh sebab itu baginya hal itu tak mengapa. "Orang mau interpretasi apa, silakan. Bagi saya, itu tidak apa-apa," tutur Sandy.
Sandy pun mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus unggahan yang menuai polemik tersebut. "Kami sudah menurunkan unggahan dan menggantinya menjadi nama-nama kepengurusan. Bagi kami, dengan atau tanpa foto tersebut tidak masalah," ujar Sandy.
Sebelumnya, Rektor UGM Panut Mulyono sempat angkat bicara mengenai hal ini. "Nanti, saya imbau ke JMG, jangan membuat sesuatu yang membuat orang lain bisa mempunyai pikiran yang berbeda," kata Panut dilansir detikcom, Rabu (12/2).
(wk/zodi)