Ada Radiasi Radioaktif Tinggi di Kompleks Perumahan Tangerang Selatan, Kenapa?
Nasional
Limbah Radioaktif Batan

Radiasi radioaktif yang tinggi tersebut ditemukan saat Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek.

WowKeren - Paparan radiasi radioaktif yang cukup tinggi ditemukan di kawasan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Lokasi radiasi yang ditemukan oleh Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) tersebut berada di sebuah area tanah kosong di samping lapangan voli.

"Saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J," terang Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN, Indra Gunawan, dilansir Kumparan pada Sabtu (15/2).


Menurut Indra, radiasi radioaktif yang tinggi tersebut ditemukan saat BAPETEN melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Diketahui, uji fungsi tersebut telah dilakukan sejak 2013 silam untuk keperluan kesiapsiagaan nuklir.

"Tanggal 30 sampai 31 Januari 2020, BAPETEN melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong," jelas Indra. "Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar). Namun pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi."

Lebih lanjut, Indra mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat menanggapi temuan paparan radiasi radiokatif yang tinggi di perumahan itu. Garis pembatas atau safety perimeter pun telah dipasang di lokasi.

"BAPETEN dan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-BATAN," ujar Indra. "Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, maka tim gabungan BAPETEN dan BATAN melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas."

Tak hanya itu, Indra juga mengaku bahwa BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi silang atau terjadinya pencemaran. Sementara itu, tim BATAN telah melakukan kegiatan dekontaminasi dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan tanaman di sekitar lokasi.

"Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan mengalami penurunan yang signifikan, namun masih tetap di atas nilai normal," kata Indra. "Sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal."

Oleh sebab itu, warga sekitar diimbau untuk tidak mendekati sekitaran lapangan voli blok J. Tim BATAN pun akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap sejumlah warga di sekitar lokasi. "Untuk alasan keselamatan, warga diimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli," pungkas Indra.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts