Harga Masker Meroket Gegara Corona, Respons 'Menohok' Menkes Disorot
Nasional
Wabah Virus Corona

Menkes Terawan Agus Putranto ikut memberikan tanggapannya soal kenaikan harga masker, khususnya tipe N95, pasca wabah virus Corona merebak di berbagai penjuru dunia.

WowKeren - Wabah virus Corona berdampak pada sejumlah aspek kehidupan masyarakat di berbagai penjuru dunia. Salah satunya terkait dengan harga produk masker, terutama tipe N95 yang langsung meroket. Tak main-main, harga maskernya langsung meningkat tajam dari Rp 50 ribu mencapai Rp 3 juta per pcs.

Perihal meroketnya harga masker itu pun sampai ke telinga Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Terawan yang hari ini (15/2) ikut mendampingi pemulangan ratusan WNI yang sudah selesai menjalani proses observasi di Natuna, Kepulauan Riau itu membagikan pandangannya soal kenaikan harga masker.


Menurut Terawan, kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan pembelian dari kalangan masyarakat. Apalagi konon masker tipe N95 lah yang paling ampuh dalam menangkal virus Corona.

"Pasar memang gitu. Kalau dibutuhin banyak, ya harga naik karena banyak yang mencari," ujar Terawan ketika dijumpai awak media di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2). "Kalau nggak dicari, ya turun lagi."

Padahal, jelas Terawan, masker itu tak dibutuhkan semua orang. Hanya mereka yang sakit lah yang diwajibkan menggunakan masker, supaya virus atau penyakit tidak menular kepada orang lain.

"Masker salahmu sendiri, kok beli," kata Terawan, dilansir dari Suara. "Nggak usah pakai masker, masker untuk yang sakit."

Pernyataan Terawan ini sebelumnya sudah dibenarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Perwakilan WHO di Indonesia, Dr. Paranietharan menyebut masker tak banyak membantu untuk yang sehat, namun sangat dibutuhkan oleh mereka yang sakit.

"Paranie bilang nggak ada gunanya, (masker) untuk yang sakit supaya tidak menulari yang lain. Yang sehat nggak perlu," pungkas Terawan. "Ndak perlu panik berlebihan. WHO bilang mengatakan seperti itu."

Sebelumnya, kenaikan harga masker ini pun sudah sempat diselidiki oleh pemerintah. Rupanya kenaikan harga ini disebabkan karena barangnya yang langka pasca diborong oleh warga Singapura.

"Ada banyak informasi yang saya dapat bahwa warga Singapura membeli masker hingga berkarung-karung," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, Kamis (6/2). "Ini tidak dibenarkan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts