Pemkab Gianyar Bali Borong Ratusan Babi dari 11 Desa Terdampak Virus, Kenapa?
Nasional

Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membeli ratusan ekor babi tersebut dengan harga di atas pokok industri, yakni Rp 26 ribu per kilogramnya dengan total anggaran mencapai Rp 1,3 miliar.

WowKeren - Peternak babi di beberapa wilayah di Indonesia kini tengah dihadapkan dengan persoalan virus diduga African Swine Fever (ASF) alias flu babi Afrika yang mematikan. Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali, lantas memborong 525 ekor babi yang masih sehat dari 11 desa terdampak virus tersebut.

Pemkab Gianyar membeli ratusan ekor babi tersebut dengan harga di atas pokok industri, yakni Rp 26 ribu per kilogramnya. Total anggaran yang disediakan untuk membeli babi-babi tersebut pun mencapai Rp 1,3 miliar dan dihimpun dari uang tunjangan beras para aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Gianyar.

"Dagingnya sudah mulai dibagikan kepada ASN dan juga ada guru yang membeli di Gianyar," terang Bupati Gianyar, Made Mahayastra, dilansir CNN Indonesia pada Senin (17/2). Semestinya, para peternak sudah panen apabila tak ada virus yang membunuh babi secara massal.

Pasalnya, Hari Raya Galungan akan jatuh pada Rabu (19/2) pekan ini. Alasan Pemkab Gianyar memborong ratusan babi tersebut adalah demi menyelamatkan para peternak dari kerugian akibat harganya yang anjlok.


Adapun sebagian babi yang dibeli Pemkab Gianyar telah mulai dipotong pada hari ini. Nantinya, pemotongan akan dilanjutkan pada hari Penampahan Galungan.

"Sampai Minggu siang, pesanan babi masih berlangsung. Dipastikan proses pemotongan seluruh babi itu akan berlangsung pada Senin dan Selasa," tutur Mahayastra. "Jadi ini akan dipotong bersama menyambut hari raya Galungan."

Sementara itu, Pemkab Gianyar juga telah memastikan kesehatan ratusan ekor babi yang mereka borong. Mahayastra mengaku pihaknya telah menerjunkan tim kesehatan untuk mengecek para babi tersebut.

"Kami sudah cek semua dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi," pungkas Mahayastra. "Nanti juga akan ada stempel dari Dinas Pertanian memastikan seluruh babi ini layak dikonsumsi."

Sebagai informasi, saat ini tercatat sudah ada 11 desa di Gianyar yang terkena wabah virus babi tersebut. Antara lain adalah Desa Lebih, Abianbase, Keramas, Kemenuh, Pejeng Kangin, Tampaksiring, Sebatu, Keliki, Taro, Melinggih, dan Singakerta.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts