Sempat Ditolak, Bandara Gudang Garam di Kediri Siap Dibangun April 2020
Nasional

PT Gudang Garam sempat mengajukan usulan pembangunan bandara di Kediri, Jawa Timur yang kemudian ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Kini megaproyek itu kembali dihidupkan.

WowKeren - Sejumlah proyek pembangunan berskala besar mulai dilakukan pemerintah. Salah satunya pembangunan Bandara Udara di Kediri, Jawa Timur yang bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Pembangunan bandara ini cukup menyita perhatian lantaran digagas oleh PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Namun rencana pembangunan bandara ini sempat ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu, dan kini kembali dimunculkan ke permukaan.

Sedianya pembangunan bandara ini akan dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan demikian, pembiayaan seluruhnya, mulai dari pembebasan lahan sampai ke pembangunan bandara menggunakan dana dari swasta, yaitu Gudang Garam.

"Ini merupakan pertama kali pihak swasta sepenuhnya menginvestasikan pembangunan Bandara dengan skema skema KPBU," terang Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Pendopo Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/2). "Artinya PT Gudang Garam akan mendapat konsesi, bisa 30 atau 50 tahun."

Proyek yang sudah mendapatkan lampu hijau ini pun mulai direncanakan dengan matang. Sedianya groundbreaking pertama pembangunan bandara akan dilaksanakan pada April 2020 mendatang.


"Dalam rapat yang dipimpin Menseskab (Pramono Anung), kita sudah sepakat bahwa bulan April 2020 akna dilakukan groundbreaking," kata Budi Karya, dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Rencananya ada tiga tahap pembangunan untuk fasilitas ini. Tahap satu diperkirakan menyedot dana investasi sampai Rp9,2 triliun dan ditargetkan selesai pada April 2022.

"Dua tahun in iwaktu yang cukup," ujar Budi Karya. "Mengingat Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo selesai dibangun dalam waktu 18-19 bulan, atau sekitar 1,5 tahun."

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, menyebut Bandara Kediri akan difungsikan sebagai bandara pengumpan di jalur selatan Jawa. Sementara Bandara Internasional Juanda Surabaya akan tetap menjadi fasilitas utama.

"Jalur selatan Jawa seperti diketahui sangat berkembang ada Bandara Kertajati Jawa Barat, Bandara Jenderal Sudirman di Purbalingga Jawa Tengah, Bandara Wiradinata Tasikmalaya, Jawa Barat," tutur Novie. "Bandara Kediri ini menjadi jalur tersendiri untuk melayani Jawa Selatan yang padat sekali."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts