Kartu Pra Kerja Akan Difokuskan di Jabodetabek Terlebih Dahulu, Ini Alasannya
Nasional

Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, program Kartu Pra Kerja tersebut akan dilaksanakan di Jabodetabek dan dievaluasi dalam waktu 2 bulan sebelum diimplementasikan ke daerah lainnya.

WowKeren - Kartu Pra Kerja menjadi salah satu program baru pemerintah yang paling diantisipasi. Pemerintah sendiri berencana untuk mulai merealisasikan program ini pada April 2020 mendatang. Untuk tahapan awalnya, Kartu Pra Kerja akan mulai diterapkan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) terlebih dahulu.

Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, program tersebut akan dilaksanakan di Jabodetabek dan dievaluasi dalam waktu 2 bulan. Setelah itu, baru Kartu Pra Kerja akan mulai diterapkan di daerah lainnya di Indonesia.

"Kita mendapatkan feedback, itu akan segera kami benahi lagi," terang Moeldoko di Seminar Publik Forum Kebijakan Ketenagakerjaan 2020 di Gedung Pakarti Center, Jakarta, pada Selasa (18/2) hari ini. "Nanti terus langsung masuk ke daerah-daerah lain."

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan bahwa lokasi awal penerapan Kartu Pra Kerja bukan hanya di Jabodetabek saja, melainkan juga di Jawa Barat. Alasan pemilihan daerah tersebut sebagai tahap awal Kartu Pra Kerja adalah karena adanya jumlah pekerja yang besar di sana.


Meski demikian, Moeldoko memastikan bahwa penerapan Kartu Pra Kerja akan merata dan tidak akan ada kesenjangan antar daerah. "Jabodetabek sama Jawa Barat itu pertama. Setelah itu langsung menyebar," ujar Moeldoko.

Proses Kartu Pra Kerja sendiri menurut Moeldoko telah sampai pada tahap pengurusan Peraturan Presiden (Perpres) pada Februari 2020 ini. Dengan demikian, program tersebut dapat segera dijalankan mulai April 2020 mendatang.

Diketahui, Kartu Pra Kerja merupakan satu dari sekian program yang dijanjikan Presiden Joko Widodo saat kampanye Pilpres 2019 lalu. Dalam narasi yang berkembang di masyarakat, pemerintah disebut akan menggaji para pengangguran dengan kartu ini. Jokowi pun telah menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru.

"Terkait implementasi kartu Pra Kerja saya ingin menegaskan lagi program ini bukan menggaji pengangguran," tegas Jokowi di Jakarta, Selasa (10/12). "Ini penting kita sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan menggaji pengangguran. Tidak, itu keliru."

Melalui program kartu ini, pemerintah ingin mempersiapkan angkatan kerja dan meningkatkan ketrampilan pekerja PHK melalui upskilling dan reskilling sehingga semakin produktif dan berdaya saing. Selain itu, kartu Pra Kerja juga akan menyasar para pekerja aktif yang terkena PHK dan perlu meningkatkan kompetensinya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait