Peserta CPNS Bawa Jimat Bikin Heran, Kepala BKN: Kan Jinnya Enggak Ngerti Komputer
Nasional

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, membagikan sejumlah peristiwa unik yang terjadi selama tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2019.

WowKeren - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 masih bergulir hingga kini. Para peserta CPNS pun telah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sejak 27 Januari 2020 lalu.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, lantas membagikan sejumlah peristiwa unik yang terjadi selama tahap SKD. Salah satunya adalah sejumlah peserta yang nekat membawa jimat agar berhasil lulus menjadi PNS.

Bima mengaku heran kepada peserta yang membawa jimat kala tes, mengingat proses SKD kini telah menggunakan sistem online melalui komputer atau Computer Assisted Test (CAT). Dengan nada bercanda, Bima menyebut bahwa jimat tidak dapat membantu para peserta CPNS lantaran para jin tidak paham soal komputer.

"Pemakaian jimat juga ada," tutur Bima di Kantor BKN, Jakarta, pada Kamis (20/2). "Saya kok heran ngapain pakai jimat, kan jinnya enggak ngerti komputer."


Tak hanya perkara jimat, ada pula peserta CPNS yang baru melahirkan namun tetap nekat mengikuti tes, bahkan sampai membawa bayinya yang baru lahir. Kondisi ini terjadi di pelaksanaan tes CPNS di daerah. Sedangkan di kota-kota besar seperti Jakarta, telah ada fasilitas tempat penitipan anak.

"Ada juga yang baru melahirkan dua hari. Di Kupang ada peserta CPNS membawa anaknya yang baru berusia dua minggu," jelas Bima. "Saya mengimbau kepada kepala daerah untuk memfasilitasi ini. Di daerah tidak ada penampungan untuk membawa anak."

Selain itu, ada pula peserta tes CPNS yang tidak memperhatikan aturan berpakaian untuk mengikuti SKD. Beruntung para panitia CPNS bersedia bertukar seragam sehingga peserta tersebut masih diperkenankan mengikuti tes.

"Ada yang pakai celana merah. Untungnya saja panitianya baik hati dan mempunyai ukuran yang sama, sampai tukaran," ungkap Bima. "Ada yang memakai sepatu cokelat, panik lah mereka, untung saya suruh tukaran sepatu."

Sementara itu, tidak semua peserta yang lolos seleksi administrasi datang mengikuti tahapan SKD. Adapun jumlah peserta yang tidak hadir dalam SKD mencapai 287.965 orang. BKN pun mengancam akan memberikan sanksi bagi para peserta yang tidak hadir.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait