Politikus Demokrat 'Gagal Paham' Soal RUU Ketahan Keluarga yang Pisahkan Kamar Ortu-Anak
Nasional

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut menyoroti salah satu pasal RUU Ketahan Keluarga yang mewajibkan kamar orangtua dan anak untuk dipisah. Ia menilai alasan di balik aturan tersebut sangat mengherankan.

WowKeren - Usulan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga beberapa waktu belakangan menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, di dalam aturan tersebut terdapat poin-poin yang menyebabkan publik geleng-geleng kepala.

Salah satu aturan yang turut menuai kritikan adalah tentang kamar orangtua dan anak yang wajib dipisah. Hal ini dilakukan lantaran demi mengatasi isu penyimpangan seksual seperti inses.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean rupanya turut mengomentari usulan RUU tersebut. Ferdinand justru mengherankan alasan yang menyebutkan terkait hubungan saudara tersebut (incest). Ia merasa jika fantasi pengusul Pasal RUU Ketahanan Keluarga ini terlalu liar.


"Kok bisa ya seliar ini fantasi sex nya? Peristiwa incest memang pernah terjadi berapa kali dalam 1 tahun secara nasional?", heran Ferdinand melalui akun Twitternya @FerdinandHaean2, Kamis (20/2). "Saya kepikiran pun, timbul nafsu melihat saudara lainpun tidak, teman semarga pun tidak, apalagi sedarah? Hmmmm liar betul!"

Meski begitu, cuitan Ferdinand tersebut menuai beragam reaksi dan komentar dari masyarakat. Tak sedikit yang merasa setuju dengan pernyataan tersebut, namun adapula yang tidak sepenuhnya setuju dengan perkataan politisi Demokrat itu.

Sebelumnya diketahui, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani yang juga menjadi pengusul RUU Ketahanan Keluarga memberi penjelasan terkait pasal larangan agar orangtua dan anak berbagi kamar. "Nah kita hanya concern pada jenis penyimpangan seksual yang menimbulkan gangguan atau masalah bagi orang lain," kata Netty saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Selasa (18/2).

"Sehingga ketika kita bicara tentang seksualitas yang menjadi orang lain sebagai korban. Kemudian menjadi anggota keluarga tidak mampu tumbuh dan berkembang," sambung istri Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) ini. "Kan ada incest seperti itu, masa kita akan biarkan, tentu pemerintah harus berikan akses agar anggota keluarga yang mengalami masalah seperti ini bisa dapat rehabilitasi."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait