GoJek dan Grab Diisukan Bakal Merger Bisnis, Sudah Lelah Bersaing?
Nasional

GoJek dan Grab menjadi beberapa start up yang sudah berstatus decacorn. Keduanya pun aktif bersaing satu sama lain di bidang transportasi online Indonesia.

WowKeren - Ada beberapa bisnis start up di Indonesia yang kini sudah berstatuskan decacorn alias memiliki valuasi sampai USD 10 juta. Dua diantaranya adalah start up berbasis transportasi, GoJek dan Grab.

Kedua brand ojek daring ini pun diketahui aktif bersaing satu sama lain. Mulai dari perang harga sampai kelengkapan fitur di masing-masing aplikasi pun ikut dibandingkan.

Namun tampaknya kini kedua ojek daring itu tampaknya mulai lelah bersaing. Sebab keduanya diisukan akan melakukan merger bisnis alias menyatukan perusahaan dengan Grab.

Dihimpun dari laporan The Information, kedua perusahaan disebut-sebut telah sering melakukan pertemuan informal selama dua tahun belakangan. Namun topik penggabungan kedua perusahaan diisukan intens dibahas beberapa bulan terakhir.

Lebih lanjut, dilaporkan Presiden Grab, Ming Maa, dan CEO GoJek, Andre Soelistyo, sudah melakukan pertemuan awal bulan ini. Namun pertemuan keduanya disebut masih jauh dari kata sepakat. Pasalnya GoJek diklaim meminta bagian 50:50 dalam rencana merger ini demi mempertahankan "kekuasaan" mereka dari sisi operasional.


Selain itu, nilai valuasi antara kedua perusahaan pun turut menjadi batu sandungan. Sebab meski sama-sama berstatuskan decacorn, valuasi Grab sudah jauh lebih besar daripada GoJek.

Dikutip dari CNN, Grab kini sudah meraup nilai USD 14 miliar dengan banyaknya investor baru yang masuk. Sedangkan GoJek diketahui "tertinggal", dengan valuasi "hanya" USD 10 miliar.

Tetapi isu merger ini langsung ditepis oleh GoJek. "Tidak ada rencana untuk melakukan merger dan laporan media mengenai hal tersebut tidak akurat," kata juru bicara GoJek, dilansir dari media The Strait Times.

Di sisi lain, rencana merger GoJek dan Grab ini justru berbuah reaksi positif dari Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate. Politikus Partai Nasional Demokrat itu berharap konsolidasi kedua perusahaan bisa mengembangkan ruang digital di Indonesia.

"Kalau rencana itukan aktivitas business to business ya. Yang pasti kita harapkan konsolidasi-konsolidasi dalam rangka menyemarakkan bisnis di ruang digital di Indonesia," tutur Johnny di Jakarta, Selasa (25/2).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait