Seorang Pasien Suspect Virus Corona di Rumah Sakit Semarang Meninggal Dunia
Nasional
Wabah Virus Corona

Menurut Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Kariadi Kota Semarang, Agoes Oerip Poerwoko, pasien yang identitasnya dirahasiakan tersebut dirujuk pada 19 Februari 2020.

WowKeren - Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Kota Semarang dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (23/2). Pasien tersebut merupakan suspect virus Corona (COVID-19) yang sebelumnya diraawt di ruang isolasi.

Hal ini lantas dibenarkan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko. Meski demikian, Agoes membantah pasien tersebut meninggal karena terpapar virus Corona.


"Betul ada pasien meninggal dalam perawatan di ruang isolasi hari Minggu kemarin," jelas Agoes dilansir Kumparan pada Selasa (25/2). "Tetapi informasi dari Litbangkes, confirmed bukan COVID-19 didapat sehari setelah pasien dimakamkan."

Menurut Agoes, pasien yang identitasnya dirahasiakan tersebut dirujuk ke RSUP dr. Kariadi pada 19 Februari 2020. Pasien tersebut datang dengan keluhan sesak napas atau pneumonia dan demam.

"Pasien laki-laki, usia 37 tahun," ungkap Agoes. "Dia riwayat perjalanan dari Spanyol transit Dubai, masuk Indonesia tanggal 12 Februari, lalu 17 Februari dirawat di rumah sakit daerah kemudian tanggal 19 dirujuk dan masuk ke sini."

Lebih lanjut, Agoes menjelaskan bahwa pasien tersebut diperlakukan persis seperti yang pernah dilakukan saat simulasi. Pasien tersebut dimasukkan ke ruang isolasi IGD, lalu dirawat di ruang isolasi ICU karena membutuhkan alat bantu napas.

Para petugas yang menangani pasien tersebut secara langsung juga tak diperbolehkan keluar masuk dari ruang isolasi. Hal ini dilakukan untuk pengendalian dan pencegahan infeksi terhadap lingkungan sekitar.

Agoes pun menjelaskan bahwa pada saat pasien tersebut meninggal pada Minggu (23/2), tim dokter masih belum bisa menyimpulkan penyebab kematiannya. Pasalnya, tim dokter harus mengirim sampel swap pasien tersebut ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Hasilnya, pasien tersebut dinyatakan meninggal bukan karena virus Corona. Meski demikian, Agoes tak menjelaskan apa penyebab kematian pasien suspect virus Corona tersebut.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP dr Kariadi Semarang, dr Nurdopo Baskoro, menjelaskan bahwa pihaknya telah merawat sebanyak 23 pasien suspect virus Corona sejak Januari hingga akhir Februari ini. Dari 23 orang tersebut, 13 di antaranya masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berarti mereka hanya dikarantina di luar rumah sakit.

"Saat ini (masih) ada satu yang dirawat di ruang isolasi. Perempuan usia 25 tahun, datang sore kemarin. Keluhan demam, batuk, pilek," pungkas Nurdopo. "Riwayat kontak erat dengan WNA. Tetapi pasien sendiri tidak ada riwayat bepergian keluar negeri."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts