Tegaskan Habib Rizieq Tak Dicekal Imigrasi, Menkumham Yasonna: Anytime Mau Masuk RI Ya Masuk Saja
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq sempat bersikeras tak bisa kembali ke Tanah Air lantaran dicekal oleh otoritas Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

WowKeren - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak mencekal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Sebagai informasi, Habib Rizieq sempat bersikeras tak bisa kembali ke Tanah Air lantaran dicekal oleh otoritas Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Menurut Yasonna, Habib Rizieq dapat kembali ke Indonesia kapan saja. "Dalam sistem (Keimigrasian) free. Anytime kalau beliau mau masuk (Indonesia), ya masuk saja," jelas Yasonna dalam apat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Selasa (25/2) hari ini.

Yasonna juga menegaskan bahwa tidak ada permintaan dari penegak hukum kepada pihak Imigrasi untuk melarang Habib Rizieq pulang ke Tanah Air. Menurut Yasonna, Imigrasi juga belum melihat adanya surat pemerintah Indonesia yang meminta otoritas Saudi untuk melarang kepulangan Habib Rizieq.

"Kalau ada cekal dari sana (Arab Saudi), kami belum melihat surat yang mengatakan, ada surat yang mengatakan bahwa dia dicekal pemerintah Saudi atas permintaan Indonesia. Saya belum lihat," terang Yasonna. "Sampai saat ini, pemerintah tidak ada melarang untuk kembali. Kalau mau kembali, kembali saja. Tidak ada permintaan dari penegak hukum atau dari siapa saja kepada Imigrasi yang mengatakan yang bersangkutan ditangkal ke Indonesia."


Sementara itu, perihal kepulangan Habib Rizieq dari Saudi sendiri telah menjadi polemik sejak beberapa waktu lalu. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, sendiri telah membantah adanya negosiasi khusus antara Indonesia dengan Saudi untuk mencekal Habib Rizieq.

Selain itu, Agus juga membeberkan 3 syarat penting yang harus dipenuhi Habib Rizieq jika benar-benar memiliki niat untuk kembali ke Indonesia. Syarat pertama adalah Habib Rizieq harus bersikap kooperatif dengan perwakilan RI di Arab Saudi.

Syarat kedua, Agus meminta kepada Habib Rizieq agar mencabut pernyataannya yang menyebut Joko Widodo sebagai presiden ilegal. Apalagi, pernyataan Habib Rizieq tersebut dinilai juga ikut menghina Raja Salman maupun putra mahkota Muhammad bin Salman yang menjalin persahabatan dan menaruh rasa hormat kepada Presiden Jokowi.

Sedangkan untuk syarat ketiga, Agus menyarankan agar Habib Rizieq mau mencabut sumpahnya terkait tidak akan meminta bantuan kepada pemerintah. Seperti yang diketahui, Rizieq pernah bersumpah tidak akan meminta bantuan ke Pemerintah Indonesia karena menilai pemerintah sebagai rezim zalim.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts