Pertamina Serius Garap Digitalisasi Nozzle, Ancam Setop Pasokan ke SPBU Nakal
Nasional

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan untuk merealisasikan target ini, pihaknya tak akan segan untuk memberikan sanksi tegas bagi SPBU yang enggan untuk diajak bekerja sama.

WowKeren - PT Pertamina (Persero) kian serius untuk melakukan implementasi digitalisasi nozzle pada semua SPBU di Indonesia. Pertamina menargetkan semua SPBU yang beroperasi di bawah Pertamina akan sudah menerapkan digitalisasi nozzle pada Juni 2020.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan untuk merealisasikan target ini, pihaknya tak akan segan untuk menjatuhkan sanksi tegas bagi SPBU bandel yang enggan untuk diajak bekerja sama dalam implementasi ini. Jika ada SPBU yang melanggar maka Pertamina mengancam akan menghentikan pasokan ke SPBU tersebut.

"Juni semua selesai, Juni 2020, tahun ini semua selesai," kata Nicke di Jakarta, Selasa (26/2). "Kita sudah berikan juga sekarang yang tidak mau pasang, kita sudah mau sampaikan kita setop pasokannya, karena ini memang harus dijalankan."


Pertamina menargetkan sebanyak 5.518 SPBU akan menerapkan digitalisasi nozzle. Dari jumlah total tersebut, sudah ada sekitar 3.500 SPBU yang sudah menerapkannya. Secara keseluruhan, SPBU yang dikelola oleh Pertamina jumlahnya hanya ada 138 unit sedangkan sisanya milik swasta. Adapun penyebab belum tercapainya target Pertamina hingga saat ini adalah karena terkendala masalah teknis.

Nicke menjelaskan bahwa jika tidak semua SPBU milik Pertamina sehingga masing-masing SPBU memiliki sistem IT masing-masing. "Pertama kendala teknis, SPBU kita sebagian besar milik partner mereka membangun sistem IT berbeda-beda ini yang sekarang kita sinkronisasi," ujar Nicke.

Tak hanya itu, beberapa peralatan IT tersebut ada yang didatangkan dari Tiongkok. Namun karena adanya virus corona ini, proses penyaluran menjadi tertahan. "Ada satu lagi masalah teknis beberapa equipment IT itu dibeli dari China sekarang tertahan karena corona virus ini pun sedang kita solusinya," tambahnya.

Selain itu juga, saat awal mula gagasan digitalisasi nozzle ini dicetuskan, pemilik SPBU mempertanyakan keuntungan yang akan mereka dapat. "Kita sebetulnya menerapkan begini sekarang bisa lihat setiap saat masing-masing dispenser ada berapa stoknya, nantinya tidak perlu nozzle abis, Pertamina langsung mengirimkan stok," papar Nicke.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait