Tersangka Susur Sungai Diduga Digunduli Penyidik, Propam DIY Turun Tangan
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Divisi Propam Polda DIY pun turun tangan dan melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran terhadap ketiga tersangka tersebut. Diketahui, ketiga tersangka diduga dibotaki oleh penyidik.

WowKeren - 3 pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 orang siswa. Saat hadir di hadapan media, rambut ketiga tersangka tersebut telah dicukur botak.

Hal ini pun sempat disoroti oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Melalui akun Twitter resminya, PB PGRI sempat memprotes pihak kepolisian yang diduga mencukur botak ketiga tersangka tersebut.


Menanggapi hal ini, Divisi Propam Polda DIY pun turun tangan dan melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran terhadap ketiga tersangka tersebut. Ketiga tersangka diduga dibotaki oleh penyidik.

"Propam Polda dari tadi pagi sedang melakukan pemeriksaan di Polres Sleman untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," terang Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto dilansir CNN Indonesia pada Rabu (26/2). Yuliyanto juga menambahkan bahwa Propam Polda DIY melakukan pemeriksaan untuk menemukan bukti ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan penyidik Polres Sleman.

Apabila terbukti ada pelanggaran, maka Propam Polda DIY akan mengambil tindakan. "Jika nanti terbukti ada pelanggaran maka akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan," jelas Yuliyanto.

Sebelumnya, PB PGRI mengungkapkan rasa geramnya terhadap perlakuan yang diterima oleh ketiga tersangka tragedi susur sungai tersebut melalui akun Twitter resmi mereka. Menurut PB PGRI, ketiga tersangka tersebut masih berstatus sebagai guru yang tidak layak diperlakukan seperti kriminal.

"Mereka memang salah, tapi program Pramuka itu legal dan jadi agenda pendidikan. Jangan ulangi lagi! Sebelum semua guru turun," cuit admin akun Twitter @PBPGRI_OFFICIAL pada Selasa (25/2) kemarin. "Pak Polisi, kami marah dan geram. Tak sepatutnya para guru-guru kau giring di jalanan dan dibotakin seperti kriminal tak terampuni."

You can share this post!

Related Posts