Respon Sekda DKI Soal Spanduk Anies 'Banjir Kotanya, Tertipu Warganya'
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Persoalan banjir yang kembali melanda DKI Jakarta membuat para warganya lebih 'vokal' dalam menyampaikan kritikan kepada Gubernur Anies Baswedan dengan menggunakan spanduk. Menanggapi hal itu, Sekda DKI Saefullah pun buka suara.

WowKeren - Persoalan banjir memang kerap menjadi masalah yang dihadapi oleh warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Persoalan banjir yang tak kunjung usai juga kerap menuai kritik masyarakat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, baru-baru ini warga makin keras dan berani menyampaikan kritikan terhadap Anies. Salah satunya dengan memasang spanduk bernada sindiran soal banjir yang terpampang di dua titik di Jakarta Pusat.


Dikutip dari Detikcom, spanduk tersebut berada di Jalan Tugu proklamasi yang mengarah ke Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Adapun spanduk lain juga terpasang di Jalan Diponegoro yang mengarah ke Salemba.

Spanduk tersebut bertuliskan 'BANJIR KOTANYA, HABIS APBDNYA, TERTIPU WARGANYA' dengan tulisan berwarna kuning. Lalu tulisan 'MUNDUR AJE DEH!' dengan dituliskan dengan warna merah.

Respon Sekda DKI Soal Spanduk Anies \'Banjir Kotanya, Tertipu Warganya\'

Twitter

Tulisan di spanduk itu dicetak dengan huruf kapital. Di samping tulisan bernada sindiran itu, terpampang foto wajah Anies Baswedan yang mengenakan seragam dinasnya dengan pose semringah.

Merespon munculnya spanduk yang berisi kritikan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah pun memberikan pembelaan terhadap sang gubernur. Ia meminta agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Anies dalam penanganan banjir.

"Kerja baru dua tahun. kemarin, ah sudah lah. Kasih terus kesempatan sampai masanya dua tahun ini....kemarin juga disampaikan oleh Bang Yos juga," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). "Tidak ada satupun gubernur yang luput di masanya dari banjir. Artinya setiap tahun musim banjir pasti banjir."

Lebih lanjut, Saefullah mengatakan jika Pemprov DKI tetap memikirkan antisipasi banjir di Jakarta. "Itu pasti. Pulau Jawa dari Banten, Tangerang, Jakarta, Bogor, Jawa barat di berbagai kotanya, Jawa tengah di berbagai kotanya, Jawa Timur di berbagai kotanya ada banjir," sambung Saefullah. "Jadi dinikmati saja. Itu soal manajemen air. Tubuh kita 2/3 persen air. Sering keluar air banyak, kepala, atau mana, air mata aja harus ada manajemen."

You can share this post!

Related Posts