Dipecat Gegara Rumah DP 0 Tak Laku, Kini Eks Kadis Perumahan DKI Justru Gabung TGUPP Anies
Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot salah satu bawahannya karena dianggap tak berhasil menyukseskan program rumah DP Rp 0 yang menjadi unggulannya selama kampanye.

WowKeren - Selain OK-OCE, rumah DP Rp 0 menjadi salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika berkampanye. Harapannya warga dengan ekonomi menengah kebawah tak perlu lagi merisaukan fasilitas papan dalam hidupnya.

Sayangnya program ini justru tidak diminati oleh warga DKI Jakarta. Deretan rumah tersebut diketahui sudah jadi namun hingga kini belum juga terjual dengan baik.

Alhasil Kepala Dinas Perumahan DKI, Kelik Indriyanto, pun dicopot langsung oleh Anies. Hal ini diungkap oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Chaidir.

Menurutnya, pencopotan Kelik sudah sesuai dengan kontrak kerjanya yang berdasarkan hasil kinerja tahunannya. Salah satu indikatornya adalah penjualan rumah DP Rp 0 yang ternyata tak bisa dimaksimalkan oleh Kelik.


"Ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal. (Rumah DP Rp 0) bagian dari mekanisme itu," ujar Chaidir di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (27/2). "Itu kan bagian dari kontrak kinerja."

Namun baru saja dicopot dengan alasan tak bisa ditoleransi karena sudah gagal menjalankan target kinerja, Kelik justru kini sudah kembali menyandang jabatan baru. Dilansir dari Kompas, bersama 3 PNS lain, Kelik kini sudah resmi menjabat sebagai anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"TGUPP dari kemarin sudah ada PNS, sekarang jadi empat. Pak Firman, Pak Lutfi Arifin, Pak Yuandi Bayak, kemudian Pak Kelik," kata Chaidir.

Terkait dengan bergabungnya Kelik sebagai TGUPP, Chaidir menerangkan bahwa itu atas permintaan sang PNS sendiri. "Ingin gabung ke TGUPP, memang dia mau begitu," ujar Chaidir, dikutip dari Suara.

Di sisi lain, keberadaan TGUPP sering menuai kritikan dari publik. Mulai dari soal trasnparansi sampai tingginya gaji para anggotanya. Apalagi pada tahun 2020 ini setidaknya sebanyak Rp 19 miliar dari APBD DKI Jakarta dianggarkan untuk membayar gaji para anggotanya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait