Wacana pembatasan jumlah kendaraan roda dua di jalan protokol menuai kecaman keras dari banyak pihak, termasuk para mitra ojek online. Menhub Budi Karya pun angkat bicara soal ini.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:26 WIB
WowKeren - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nurhayati Monoarfa, menjadi sasaran amukan sejumlah besar massa mitra ojek daring (ojek online atau ojol) pada Jumat (28/2) kemarin. Amarah ini timbul pasca Nurhayati mengusulkan agar dilakukan pembatasan terhadap jumlah kendaraan roda dua yang melintas di jalan nasional.
Sebagai konsekuensinya, para mitra ojol hanya akan difungsikan sebagai angkutan barang dan bukan untuk mengangkut penumpang. Atas dasar itulah para mitra ojol kemudian menggelar aksi massa menuntut DPR RI merevisi UU 2/2009, meminta agar kendaraan roda dua dijadikan kendaraan terbatas khusus, serta mendesak Nurhayati mundur dari jabatannya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun ikut angkat bicara soal wacana kontroversial tersebut. Namun berbeda dengan pendapat Nurhayati, Budi Karya rupanya lebih menyoroti sisi humanis dari kasus ini.
Menurutnya saat ini pekerjaan sebagai mitra ojol merupakan salah satu bentuk mata pencaharian masyarakat. Bila wacana dari Nurhayati tadi direalisasikan, maka akan berdampak besar pada para mitra ojol yang menggantungkan hidup mereka di sana.
Di sisi lain, saat ini angkutan umum massal masih belum benar-benar jadi. Oleh karenanya, sembari menunggu, Budi Karya sendiri mengaku masih akan memberikan ruang bagi para mitra ojol itu.
"Saya melihatnya gini lah. Terutama kita lihat penghidupan jutaan orang," terang Budi Karya di Sulawesi Selatan, Sabtu (29/2). "Temporary, pada saat kita angkutan massal belum jadi kita mesti kasih ruang ke mereka. Ojol itu mungkin 2 juta, 2 juta menghidupi 10 juta."
Bahkan Budi Karya pun menegaskan pihaknya akan berusaha memperjuangkan nasib para mitra ojol itu. "Saya pikir, saya ingin berjuang agar mereka sementara difasilitasi," ujar Budi Karya, dilansir dari Detik Finance.
Mantan Direktur Angkasa Pura itu memastikan pihaknya bukan melawan pendapat orang lain. Hanya saja ia berusaha memberikan kesempatan kepada para mitra ojol sembari menanti angkutan umum massal bisa siap dan terintegrasi dengan baik.
(wk/elva)