Harga Masker Meroket Hingga Rp 850 Ribu Gara-Gara Corona, Menteri Perdagangan Buka Suara
Nasional

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menanggapi soal meroketnya harga masker di pasaran yang kini telah menembus Rp 850 ribu per kotak dengan isi 50 lembar masker.

WowKeren - Wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini membuat harga sejumlah barang seperti masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan meroket di pasaran.

Di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker melejit naik hingga Rp 850 ribu per kotak dengan isi 50 lembar masker. Pedagang di pasar tersebut mengungkapkan bahwa harga masker dan hand sanitizer selalu naik dari hari ke hari karena orang-orang pasti ke Glodok untuk membeli dalam jumlah banyak.

"Kalau masker merek Nexcare mencapai Rp 850 ribu per kotak, Sensi Rp 450 ribu per kotak dan Accurate Rp 400 ribu per kotak," tutur seorang pedagang dilansir Tempo pada Selasa (3/3). "Sekotak isi 50 potong."

Masker ini memang tak dijual secara eceran. Namun apabila dihitung, maka harga selembar masker bisa mencapai Rp 17 ribu. Adapun harga hand sanitizer merek Aseptan isi 500 ml mencapai Rp 110 ribu dan Medika senilai Rp 80 ribu.


Menanggapi kenaikan harga yang fantastis ini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pun buka suara. Agus rupanya yakin bahwa kenaikan harga masker yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara lantaran berkaitan dengan isu virus Corona.

"Ini kan sifatnya sementara, dan itu karena kejadian virus ini jadi demandnya (permintaannya) meningkat," tutur Agus di Kantor Kementerian Keuangan.

Meski harga masker dan hand sanitizer tengah meroket, Agus mengaku bahwa pihaknya telah mengecek persediaan di produsen dan eceran. Menurut Agus, stok masker sebenarnya masih aman. Hanya saja permintaan yang memang sedang tinggi membuat harga turut melonjak naik.

Untuk langkah antisipasi, Agus mengaku telah meminta produsen masker untuk meningkatkan produksinya. "Memang, mereka sedang proses memproduksi lebih banyak dari sebelumnya," pungkas Agus.

Dengan adanya kenaikan produksi ini, Agus pun yakin bahwa harga masker di pasaran akan ikut turun. agus juga masih belum berencana untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap masker karena kenaikan harga saat ini diyakini hanya bersifat sementara.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait