Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah akan menggandeng pihak kepolisian untuk meninjau pasokan sembako. Nantinya, warga juga akan dibatasi dalam membeli sembako.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 Maret 2020 - 13:19 WIB
WowKeren - Pemerintah berencana meninjau ketersediaan stok bahan pokok (sembako) usai dua warga negara Indonesia positif terinfeksi virus corona. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
"Ya nanti pasti akan ditinjau," ucap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/3). Sebab diketahui, masyarakat berbondong-bondong memborong bahan makanan karena panik akan virus corona.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menggandeng pihak kepolisian untuk meninjau pasokan sembako. Nantinya, warga juga akan dibatasi dalam membeli sembako. Pemerintah hanya ingin memastikan tidak ada masyarakat yang melakukan hal-hal yang berlebihan.
"Kami akan mengambil langkah-langkah," lanjut Moeldoko. "Nanti Kapolri (Idham Azis) menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan."
Lebih jauh, ia mengimbau agar masyarakat menyikapi kabar adanya 2 warga WNI yang positif corona dengan tenang bukan malah panik. Sebab jika warga panik justru tidak menutup kemungkinan akan memunculkan masalah baru. Kepanikan warga akan mempengaruhi pasokan di lapangan.
"Warga tidak perlu panik," lanjut Moeldoko. "Besok saya akan undang Kapolri untuk bahas hal-hal seperti ini."
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Penasihat Hippindo Tutum Ruhanta. Masyarakat yang panik untuk berbelanja justru akan melahirkan oknum-oknum yang bakal menaikkan harga secara drastis. Padahal di lain sisi, jumlah bahan yang tersedia masih banyak. "Malah membuat kepanikan yang merugikan semua para spekulan juga nanti bisa ikut bermain, makanya diimbau untuk tidak panic buying," kata dia dilansir Medcom, Selasa (3/3).
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menuturkan terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen-15 persen pada Senin (2/3) usai Presiden Joko Widodo mengonfirmasi adanya 2 warga Depok yang positif corona. Tak hanya itu, jumlah pengunjung di beberapa toko ritel yang dekat dengan tempat wisata juga meningkat.
(wk/zodi)