Lantai 2 Gedung Mal Pelayanan Publik Siola, Surabaya mengeluarkan asap pada Selasa (3/3) pagi tadi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun turun tangan langsung menyelesaikan permaslahan tersebut.
- Nidya Putri
- Selasa, 03 Maret 2020 - 14:43 WIB
WowKeren - Pada Selasa (3/3), sekitar pukul 09.30 WIB muncul asap yang berasal dari lantai 2 Gedung Mal Pelayanan Publik Siola, Surabaya. Asap tersebut membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun ke lokasi dan menggerakan PMK untuk mengatasinya.
Begitu tiba di lokasi, Risma meminta pengunjung dan para pegawai Siola untuk mengosongkan gedung. "Keluar semua, keluar. Yang di dalam keluar semua. Cepat, cepat," kata Risma menggunakan alat pengeras suara di Siola, Selasa (3/3).
Risma yang tiba dari sisi utara Siola terus meminta pengunjung dan pegawai untuk keluar. "Tidak boleh masuk dulu sebelum ada pengumuman aman," imbuhnya.
Ia juga mengimbau jajaran untuk tetap mengosongkan area gedung. "Supaya semua care dari dinas sampai cleaning service," ucapnya.
Peristiwa tersebut tentunya membuat Jalan Genteng Kali dan Tunjungan macet. Banyak pengunjung serta warga yang berkumpul untuk melihat. Serta petugas PMK yang memadati area gedung.
Diketahui, asap tersebut berasal dari gudang genset yang berada di lantai 2 ruang UPTD Metrologi, Mal Pelayanan Publik, Gedung Siola. Kasi Pengendali Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya Gatot Priambodo mengatakan jika bukan gensetnya yang terbakar. Namun radiasi panas genset tersebt yang mengenai kardus sehingga menyebabkan kebakaran dan asap tersebut.
Akibat dari kejadian tersebut, Mal Pelayanan Publik Siola akan ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena sistem kelistrikan Gedung Siola belum bisa dijalankan.
Beberapa pelayanan seperti Dispendukcapil, Pembuatan SIM dan lainnya belum bisa difungsikan secara normal. Saat ini bagian kelistrikan gedung masih melakukan pembenahan.
Kepala Dispendukcapil Agus Imam Sonhaji mengatakan, pelayanan dihentikan untuk sementara waktu. "Untuk pelayanan kita tiadakan dulu sampai instalasi listriknya menyala kembali," katanya, Selasa (3/3).
Agus juga menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan pelayanan akan kembali dibuka. Sebab, pihaknya masih menunggu kelistrikan gedung menyala kembali.
"Kita tidak bisa tahu ya, karena yang handle kelistrikan kepala gedung," imbuhnya. "Kita nunggu perkembangan sambil melihat listriknya ada, server-nya up kembali baru bisa dibuka kembali."
(wk/nidy)