Presiden Joko Widodo berencana untuk mengubah fasilitas kamp pengungsi Vietnam di Batam, Kepulauan Riau untuk fasilitas kesehatan khusus pasien COVID-19.
- Elvariza Opita
- Rabu, 04 Maret 2020 - 22:41 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo lewat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit khusus Corona. Nantinya fasilitas ini akan dibanngun di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.
"Mau dibikin di Pulau Galang di Batam. Ya RS khusus, enggak tau namanya. Jadi seperti keperluan untuk Natuna dan Sebaru. Kalau ada case itu dibawa ke sana," ungkap Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (3/3). "Nanti Pak Menkes yang operasikan."
Informasi ini pun turut dibenarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Hadi yang sudah menginspeksi daerah tersebut menilai standar yang diperlukan sudah terpenuhi, mulai dari sumber air bersih hingga pasokan listrik.
"Itu juga semua akan kita buat sesuai dengan aturan atau protokol kesehatan yang dikeluarkan WHO," ujar Hadi seperti dilansir Antara, Rabu (4/3). Menurut Hadi, lokasi itu merupakan bangunan bekas kamp pengungsi Vietnam. Di area itu juga berdiri bangunan bertuliskan RS Palang Merah Indonesia, meski kini gedungnya sudah terbengkalai.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat," terang Hadi, dilansir Kompas. "Apabila ini sudah kita rencanakan dengan baik, akan segera berdiri rumah sakit untuk penyakit menular yang ada di Pulau Galang."
Menurut rencana, rumah sakit ini dirancang untuk menampung sekitar seribu pasien dengan ratusan kamar. 50 kamar diantaranya sendiri merupakan kamar khusus isolasi penyakit menular berstandar WHO.
Rencana ini tentu patut untuk disambut baik. Namun ternyata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selaku sosok yang digadang-gadang akan mengoperasikan fasilitas tersebut justru dianggap belum tahu apa-apa.
Anggapan ini muncul dari Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Saleh menyebut Terawan justru tampak bingung ketika masalah pembangunan RS khusus pengidap COVID-19 itu ditanyakan kepadanya.
"Soal pembangunan RS di Pulau Galang di Batam, kelihatan Pak Menteri terkejut, baru dapat informasi itu," ujar Saleh di Kantor Kemenkes, Rabu (4/3). Namun demikian, Saleh menilai sebenarnya Terawan memahami rencana tersebut namun memiliki versi tersendiri.
"Dia (Terawan) mengatakan bukan pembangunan RS tapi semacam tempat observasi seperti yang ada di Sebaru," tutur Saleh, dilansir CNBC Indonesia. "Mungkin dipersiapkan dalam rangka untuk penelitian atau observasi pada WNI yang nanti ada menemukan masalah seperti ini."
(wk/elva)