Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar, BPBD Sebut Radius Aman 1 Km
Nasional

Sedangkan untuk sektor lereng selatan tenggara kawah aktif, jarak amannya adalah sejauh 4 kilometer mengingat lokasi tersebut merupakan jalur luncuran awan panas.

WowKeren - Gunung Semeru memuntahkan lava pijar sejauh 300 hingga 1.000 meter dari ujung lidah lava. Luncuran lava sejauh 750 meter dari kawah tersebut mengarah ke Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Curah Kobokan.

"Gunung Semeru mengalami guguran lava dengan jarak luncur 300-1.000 meter dari ujung lidah lava," kata Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Kamis (5/3). "Atau kurang lebih 750 meter dari kawah."

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di level II Waspada. Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, secara visual gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengeluarkan lava pijar sebanyak 16 kali selama pukul 00.00-24.00 pada Rabu (4/3).

Asap yang putih tebal condong mengarah ke utara. Selain mengeluarkan lava pijar, Gunung Semeru juga mengalami satu kali getaran banjir lahar hujan dan satu kali embusan.


Untuk itu, masyarakat sekitar diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer. Sedangkan di sektor lereng selatan tenggara kawah aktif, jarak amannya adalah sejauh 4 kilometer mengingat lokasi tersebut merupakan jalur luncuran awan panas. Meski demikian, warga diminta untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaan.

"BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Semeru tetap tenang dan menjaga kewaspadaan," ujar Wawan. "Serta tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu km dan wilayah sejauh empat km di sektor lereng selatan-tenggara."

Sementara itu, Penanggung jawab Gunung Semeru sekaligus Fungsional Penyelidik Bumi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kristyanto mengatakan jika aktivitas letusan Semeru telah terjadi peningkatan sejak 26 Februari. Letusan tersebut diiringi dengan guguran lava. "Jadi Semeru ini sejak tanggal 26 Februari meningkat gugurannya," kata Kristyanto dilansir Kompas, Kamis (5/3). "Namun, letusannya masih dalam rentan antara 15 sampai 28 kejadian per hari."

Ia melanjutkan jika guguran lava di Semeru sudah sering terjadi. “Sebenarnya guguran lava itu ada. Nah, sejak 26 Februari ini agak kerap gugurannya," imbuhnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait