Organisasi Kesehatan Dunia, menekankan jika negara-negara seharusnya mensinergikan seluruh sektor untuk memerangi virus ini, bukan justru menyerahkannya ke Kementerian Kesehatan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Maret 2020 - 16:46 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona kian nyata. Hampir 100 ribu orang di seluruh dunia terpapar virus ini. Tak heran jika virus corona menjadi ancaman bagi negara-negara di dunia.
Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta agar negara-negara lebih serius dalam menghadapi corona. Pasalnya, jumlah korban meninggal akibat corona terus bertambah hingga kini virus tersebut telah menewaskan lebih dari 3 ribu orang di seluruh dunia.
Namun, banyak negara justru tidak mengambil langkah secara menyeluruh untuk memerangi wabah virus yang mematikan ini. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia mewanti-wanti bahwa kasus corona harus ditanggapi dengan serius. "Ini bukan latihan," kata dia seperti dilansir AFP, Jumat (6/3).
Virus corona menyebar dari Tiongkok ke negara-negara sekitarnya hingga ke luar benua. Selain Tiongkok, tiga negara dengan tingkat persebaran tinggi virus ini adalah Iran, Italia, dan Korea Selatan. Sehingga Tedros menegaskan bahwa corona menjadi ancaman semua negara tanpa pandang bulu.
Ia menekankan bahwa seharusnya negara-negara mensinergikan semua sektor untuk menanggulangi virus ini, bukan justru menyerahkannya pada Kementerian kesehatan mereka. "Epidemi ini menjadi ancaman bagi setiap negara, kaya atau miskin," tegasnya.
Salah satu negara dengan tingkat penyebaran corona tertinggi, Iran, melaporkan ada lebih dari 3.000 kasus di negaranya. Virus corona di negara ini bahkan telah menewaskan 107 orang. Pemerintah Iran mengklaim bahwa negaranya akan segera memproduksi vaksin untuk virus tersebut.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah menekankan pada masyarakat untuk tidak panik menyikapi pemberitaan di media-media terkait isu ini. Kementerian kesehatan menilai yang terpenting, adalah bagaimana untuk mengedukasi masyarakat agar bisa mencegah tertular virus itu. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengingatkan bahwa tingkat persentase kematian yang diakibatkan oleh virus ini juga rendah yakni hanya sekitar 2 hingga 3 persen saja.
(wk/zodi)