Kasus Corona di Korsel Tembus 6000 Orang, Pimpinan Korut Sigap Beri Dukungan
Dunia

Pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un memberikan dukungannya kepada Korea Selatan mengingat negara tetangganya itu sedang menghadapi beratnya wabah virus Corona.

WowKeren - Wabah virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda kendati sudah hampir tiga bulan berlalu sejak pertama kali merebak. Tercatat virus ini sudah menjangkiti 93 negara di berbagai penjuru dunia.

Tentu Tiongkok menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, yakni mencapai 80.559 kasus per Jumat (6/3) pukul 07.00 WIB. Di bawah Tiongkok adalah Korea Selatan dengan 6.593 kasus, dimana 309 diantaranya merupakan kasus yang baru dikonfirmasi hari ini.

Penyebaran virus yang sangat pesat di negara asal budaya KPop itu memang menyedot perhatian banyak pihak. Menariknya, Presiden Korea Utara Kim Jong Un ternyata juga mengikuti perkembangan kasus Corona di negara tetangganya itu.

Tak berhenti sampai di situ, Kim bahkan dengan "baik hati" ikut menunjukkan perhatiannya atas wabah yang sedang menjangkiti Korsel itu. Kim bahkan juga mengirimkan surat dukungan untuk Korsel dalam menghadapi virus Corona.


Dalam surat itu, Kim sebagai pimpinan agung di Korut mengungkapkan harapannya agar Korsel bisa mengatasi penyebaran virus Corona penyebab COVID-19. Surat itu pun ditujukan ke Presiden Korsel Moon Jae In dan diterima pada Kamis (5/3) waktu setempat.

Kim juga menyuarakan keprihatinannya atas kesehatan Moon dan mendiskusikan pandangannya tentang situasi di Semenanjung Korea. Kabar tak biasa ini diungkap oleh Yoon Do Han, sekretaris pers senior Moon, dikutip dari media Mirror.

Di sisi lain, wabah virus Corona memang terus menyita perhatian banyak pihak. Namun tentu saja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi pihak yang paling "pusing" atas wabah ini.

Menanggapinya, WHO menegaskan agar setiap negara mengupayakan yang terbaik demi mencegah virus semakin menyebar. "Ini bukan latihan. Epidemi ini menjadi ancaman bagi setiap negara, kaya atau miskin," tegas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir AFP pada Jumat (6/3).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait