Tanggal Kematian Suzanna Tak Ditulis di Batu Nisan Jadi Teka-Teki, Ternyata Ini Penyebabnya
Selebriti

Kematian Suzanna memang menyimpan sejumlah teka-teki, termasuk makam yang tak tertuliskan tanggal wafatnya. Kali ini, suami Suzanna menjawab alasan mengejutkan tentang hal tersebut.

WowKeren - Suzanna dikenal sebagai aktris yang sering kali membintangi film bergenre horor. Kehidupan pribadi artis yang lahir pada tahun 1942 tersebut juga cukup tertutup dan misterius. Bahkan kematian Suzanna juga menimbulkan sejumlah teka-teki.

Jenazah Suzanna pun telah dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sang putra, Ari Adrianus, serta kakaknya yang bernama Irene Beatrix van Osch. Suzanna juga meminta hal aneh melalui surat wasiat yang diberikan kepada sang suami, Clift Sangra. Rupanya salah satu permintaan Suzanna adalah ingin pemakamannya berlangsung tertutup.


Tak hanya itu, publik juga merasa penasaran karena tanggal kematian Suzanna tak tertuliskan di makamnya. Belum lama ini, Clift mengungkapkan bahwa Suzanna sudah meminta dibuatkan makam berdesain khusus 2 tahun sebelum meninggal pada 15 Oktober 2008 lalu.

"Dua tahun sebelum Suzanna meninggal, itu makam sudah dibangun. Permintaan Suzanna 2 tahun sebelum Suzanna meninggal, 'Minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini'," ungkap Clift di depan Feni Rose dalam acara "Rumpi No Secret" ."Dia minta kertas HVS, dia gambar, 'Saya mau di atasnya ada keramik warna coklat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini'."

Lebih lanjut, Clift mengungkapkan hal mengejutkan di balik alasan tanggal kematian Suzanna tak tertulis di makamnya. Rupanya saat Suzanna meninggal dunia dan siap dimakamkan, tukang grafir keramik makam Suzanna tak menemukan sumber listrik untuk alatnya.

"Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu. Pada saat itu kita enggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis," cerita Clift. "Saat Suzana meninggal, Clift memanggil tukang grafir untuk menuliskan tanggal kematian Suzana. Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya, 'Pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober meninggal'. '(Tukang grafirnya bulan) Pak, enggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana? Enggak bisa pak, saya butuh listrik'."

Cerita Clift tersebut pun membuat Feni tertawa. Clift juga menceritakan bahwa makam Suzanna yang telah dikeramik sebelumnya terpaksa dibongkar lagi saat ia meninggal dunia. Sementara itu, Clift turut terlibat dalam film "Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa" yang rencananya akan tayang pada akhir 2020 mendatang.

"Jadi sebenarnya ini masalah teknis rupanya?" ucap Feni. "Iya, keramik sudah dipasang 2 tahun sebelum (Suzanna) meninggal. Jadi begitu meninggal lempengan di atas diangkat lalu peti mati diturunin, ditutup lagi, disemen lagi. Jadi itu seperti sudah dipersiapkan," jelas Clift.

(wk/evaa)

You can share this post!