Penderita virus corona di Indonesia melonjak hingga berjumlah 19 orang. Anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani minta agar Kemenkes cepat dalam memeriksa sampel dari seluruh wilayah Tanah Air.
- Nidya Putri
- Selasa, 10 Maret 2020 - 14:04 WIB
WowKeren - Pemerintah kembali mengumumkan jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Tanah Air pada Senin (9/3) kemarin. Hingga kemarin, jumlah pasien positif corona telah menjadi 19 orang.
Untuk mengantisipasi jumlah pasien semakin meningkat, Kemenkes diminta menambah alat pendeteksi virus corona. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani.
Dewi mengatakan dengan wilayah yang luas, Kemenkes seharusnya memiliki alat pendeteksi corona yang memadai. Ia sendiri telah memprediksi jumlah alat pendeteksi corona yang dimiliki saat ini masih kurang lantara jumlah orang yang diambil sampelnya baru ratusan.
Ratusan orang tersebut pun mayoritas berlokasi di Jawa. Menurut data Kemenkes per Selasa (10/3), jumlah yang diambil sampelnya sebanyak 694 orang.
Padahal di sejumlah negara seperti Singapura hingga Korea, telah melakukan tes terhadap ribuan orang. "Menkes sebaiknya jujur ada berapa jumlah alatnya dan berapa jumlah pasien yang sudah dites dalam beberapa waktu ini," kata Dewi, Selasa (10/3). "Kita lihat Singapura, Korea, dan lain-lain, mereka sudah melakukan tes kepada puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang."
"Masa Indonesia hanya melakukan tes hanya kepada sebanyak 300-an orang saja," lanjutnya. "Tidak masuk akal dengan dengan luasan wilayah dan pintu masuk ke negara ini yang begitu banyak dan beragam. Something is just not right."
Ia juga meminta agar Kemenkes segera menambah jumlah alat pendeteksi corona, sehingga jumlah sampel yang diambil semakin banyak. "Cobalah pemerintah lebih terbuka dan jika memang dibutuhkan segeralah melakukan langkah cepat untuk menambah alat dan menambah jumlah orang yang dilakukan tes," katanya.
"Bukan untuk membuat panik, tapi lakukan secara proporsional merata di semua provinsi," tutupnya. "Jangan anggap sepele dan santai menyikapi hal ini."
Sebelumnya, terkait meningkatnya jumlah pasien corona di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Menurut Juru Bicara Khusus Penanganan Virus Corona, Achmad Yurinato penyakit ini tidak akan menjadi separah seperti yang terjadi di Wuhan, Tiongkok.
"Masyarakat diminta tetap tenang karena kecenderungan penyakit ini secara klinis tidak seperti yang kita bayangkan seperti di Wuhan," kata Yuri. "Karena kita sudah laporkan kasus positif di RS, sepenuhnya mandiri, tidak ada yang menggunakan oksigen, infus, dan bisa melakukan perawatan sendiri."
(wk/nidy)