Tekan Risiko Penularan Virus, RSPI Larang Pasien Corona Video Call
Nasional

Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI, dr. Dyani Kusumowardhani, mengatakan, kondisi terisolasi membuat para pasien tak punya banyak pilihan aktivitas.

WowKeren - RSPI Sulianti Saroso menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi tempat rujukan untuk menangani kasus corona. Hingga kini, ada 6 pasien positif corona yang dirawat di RS tersebut.

Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI, dr. Dyani Kusumowardhani, mengatakan, kondisi terisolasi membuat para pasien tak punya banyak pilihan aktivitas. Pasien pun juga dibatasi dari mengakses dunia luar.

Sehingga satu-satunya akses yang bisa dimanfaatkan pasien adalah ponsel. Mempersilakan pasien memakai ponsel adalah kebijakan rumah sakit agar pasien tetap bisa terhubung dengan dunia luar tanpa harus bertatap muka.

"Namanya orang sakit, penyakitnya baru, kondisi sekarang harus dirawat di ruang isolasi, ya kan, tidak berjumpa dengan orang-orang lain kecuali melalui HP," kata Dyani di RSPI, Selasa (10/3). "Itu kan satu-satunya kontak dia dengan dunia luar hanya melalui HP."


Meski demikian, Dyani menyebut jika penggunaan ponsel bagi pasien sebetulnya bukan tanpa risiko. Pasalnya, ponsel bisa menjadi medium penularan corona.

"Sebetulnya ini pun jadi bahan pertimbangan kami, apakah HP ini diperbolehkan atau tidak," lanjut Dyani. "Kalau melihat ada barang lain masuk selain kebutuhan perawatan, itu kan menambah risiko untuk penularan penyakit."

Dyani menambahkan, meskipun saat ini pihak rumah sakit memperbolehkan pasien menggunakan gawai namun mereka tidak diizinkan melakukan video call dengan kerabatnya di luar. “Dengan pertimbangan lain, kami masih mengizinkan, dengan ketentuan bahwa dia tidak melakukan kontak yang berlebihan dengan luar. Video call atau perekaman itu tidak diperkenankan," pungkasnya.

Di lain sisi, pihak rumah sakit juga tengah berupaya untuk memulihkan psikologis pasien yang tertekan akibat penyakit yang dideritanya. "Kami sedang mengupayakan untuk membuat suatu video kemudian yang bisa dilihat para pasien ini supaya membantu psikologis mereka. Jadi apa pun juga kami upayakan untuk memperbaiki kondisi mereka," ungkap Dyani.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait