WN Jepang Didiskriminasi Karena 'Sumbang' Virus Corona di Indonesia, Kemlu Turun Tangan Selidiki
Nasional

Duta Besar Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii mengaku bahwa warganya mendapatkan tindakan diskriminasi karena dianggap menularkan virus corona di Indonesia. Merespon hal ini Kemenlu akan mengecek duduk perkaranya.

WowKeren - Pemerintah pada awal Maret telah mengumumkan kasus virus corona (COVID-19) pertama di Indonesia. Kedua pasien pertama tersebut merupakan warga Depok yang tertular warga negara asal Jepang.

Namun, usai pernyataan tersebut Pemerintah Jepang membantah bahwa warganya menjadi sumber penyebaran virus tersebut. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Mashafumi bahkan menyebutkan soal perlakuan diskriminatif yang dialami warganya akibat pengumuman tersebut.

"Warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia bukan merupakan sumber penyebaran virus corona, melainkan sahabat Indonesia," demikian pernyataan Duta Besar Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii, pada Senin (9/3). "Mari kita bersama-sama berupaya menanggulangi isu virus corona."

Merespon pernyataan Dubes Jepang tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan akan mengecek duduk perkara persoalan tersebut. "Saya cek, saya cek persoalannya," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).


Mahendra mengatakan bahwa perlakuan diskriminatif tidak bisa dibenarkan. Ia akan menanyakan lebih lanjut kepada pihak terkait soal perlakuan diskriminatif yang disinggung Dubes Jepang tersebut.

"Kalau itu terjadi, bagi kita sendiri tidak bisa diterima, karena tidak ada alasan apapun untuk melakukan hal seperti tadi (diskriminasi)," katanya. "Dan kalau memang ada terkait dengan aparat ya tentu kami akan meresponsnya dengan sebaik-baiknya."

"Tapi saya mesti tanya lebih lanjut dalam konteks tadi persisnya apa yang terjadi dan di mana dan sebagainya," sambungnya. "Tapi kalau sebagai kebijakan sama sekali tidak ada kebijakan untuk melakukan hal-hal seperti itu."

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan jika penanganan virus corona memerlukan komitmen dan kerja sama umat manusia di dunia. Menurutnya, virus tidak mengenal batas negara.

"Karena ini kondisi yang memerlukan kerja sama dan pemahaman dan komitmen kita seluruhnya, ya umat manusia, bukan masalah negara ataupun warga negara," tegasnya. "Karena virus tidak mengenal paspor."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait